"I-ini semua isi perjanjiannya, tuan?!" Airin benar-benar tercengang setelah membaca isi kertas di tangannya. Meskipun konyol, isinya benar-benar menjebak! Sedangkan untuk dirinya? Zonk! Nolan maju selangkah, memangkas jarak hingga Airin bisa mencium aroma parfum maskulinnya yang seakan tidak pernah luntur. Ia menunduk, berbisik tepat di telinga Airin dengan nada rendah, "Intinya, cuma boleh ada satu laki-laki di hidup kamu, Airin. Dan itu cuma saya! Paham?" "Hah?!" Airin melongo, matanya yang bulat mengerjap polos. "Kenapa? Kamu keberatan?" Nolan menaikkan sebelah alisnya, menatap bibir Airin yang sedikit terbuka dengan pandangan lapar. Tok! Tok! Tok! "Airin? Kamu sudah bangun, Nak?" suara bik Siti terdengar samar mengetuk pintu kamar Airin. Matilah aku! Airin panik setengah mati. Kalau ibunya masuk dan melihatnya di kamar Nolan sepagi ini dengan baju kusut, tamatlah riwayatnya! "Baik, saya setuju, pak." bisik Airin histeris sambil menyodorkan kembali kertas itu.
Last Updated : 2026-05-25 Read more