Malam kian larut, menyisakan keheningan mencekam di kediaman mewah keluarga Lubis.Angin malam berdesir dingin, menggerakkan dahan-dahan pohon besar yang mengelilingi rumah itu, seolah memberi isyarat akan adanya bahaya yang merayap di bawah bayang-bayang.Berta bergerak dengan sangat hati-hati, tubuhnya menempel pada dinding pagar batu yang tinggi di sisi paling gelap dari properti tersebut.Napasnya memburu, namun ia berusaha mengaturnya agar tidak menimbulkan suara sekecil pun.Benar kata Ronald, penjagaan di sini sudah berubah menjadi benteng militer.Di depan sana, lampu-lampu sorot berputar secara berkala, menyapu halaman luas yang kini dipenuhi pria-pria berpakaian hitam dengan senjata api tersampir di bahu mereka.Berta tahu, satu gerakan ceroboh saja, kepalanya akan menjadi sasaran tembak tanpa peringatan.“Sialan kau, Ariana,” desis Berta dalam hati, matanya berkilat penuh kebencian setiap kali teringat wajah wanita yang kini menjadi nyonya di rumah ini.“Hanya karena pemban
最終更新日 : 2026-01-21 続きを読む