Vanya diam sesaat, melihat perubahan wajah Kevin yang sedikit menegang sebelum akhirnya mengangguk.“Aku … melihatmu pergi bersamanya saat itu,” jawab Vanya jujur.Hal ini semakin membuat Kevin terperangah. Wajahnya memancarkan rasa penyesalan yang cukup dalam.“Maafkan aku, seharusnya aku mengatakan kalau klienku–”“Tidak perlu minta maaf,” potong Vanya sambil tersenyum ringan, “lagipula, kalau langsung kau sebutkan mungkin aku akan salah paham, bukan begitu?” Vanya memiringkan sedikit kepalanya melihat ke arah Kevin.Kevin hanya diam sesaat lalu membawa Vanya ke dalam dekapannya.“Besok-besok aku akan selalu bilang padamu,” janjinya.Hanya saja Vanya mendongakkan kepalanya melihat Kevin dari bawah dan berkata, “Apa ini untuk Evelyn saja atau ….”Vanya menggantung kalimatnya.“Tidak, tidak hanya dengan Evelyn, tapi semuanya aku akan memberitahumu.” Kevin menjawab cepat.Vanya hanya tersenyum ringan.“Kalau begitu, bisa bantu aku bawa barang belanjaanku dulu, tadi sebelum pulang aku
Read more