MasukSebagai anak haram keluarga Dirgantara, Vanya selalu dipandang rendah dan menjadi pelampiasan amarah ibu serta kakak-kakak tirinya. Hingga suatu hari, ia dipaksa menghadiri pesta pemilihan calon istri Kevin Wicaksana—pewaris keluarga Wicaksana yang terkenal kejam dan penuh rumor gelap. Vanya yakin dirinya tak akan terpilih, namun— “Vanya Dirgantara, aku hanya ingin menikah denganmu.” Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa pria paling kejam di ibu kota justru berlutut dan memohon untuk menikahinya!?
Lihat lebih banyakVanya benar-benar terkejut.Ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang tadi menyeretnya ke tangga darurat itu kini … berlutut di depannya.Tubuh wanita itu sedikit membungkuk dengan bahu yang bergetar pelan.“Vanya … tolong aku ….” suara itu terdengar sangat miris, nyaris putus asa.Vanya membeku di tempatnya. Ia bahkan sempat berpikir apakah pendengarannya sedang salah.“Aku … benar-benar menyesal,” lanjut wanita itu dengan napas yang tidak stabil. “Aku menyesal sudah memperlakukanmu seperti itu selama ini.”Tangga darurat itu mendadak terasa sangat sunyi.Vanya masih tidak bergerak. Pemandangan di depannya terasa begitu janggal sampai sulit dipercaya.“Vanya .…” suara itu kembali memanggilnya, lebih pelan, hampir memohon. “Aku tahu … kau masih punya hati nurani. Jadi … aku mohon … bantulah aku kali ini. Aku akan mengingat bantuanmu seumur hidupku.”Vanya menarik napas dalam-dalam.Pikirannya berputar cepat, mencoba mencerna situasi yang terasa tidak masuk akal ini.Di depannya
Pagi yang cukup cerah, seolah-olah tidak ada masalah besar yang sedang terjadi, baik Vanya atau Kevin tidak membahas hal yang sebelumnya terjadi.“Aku akan langsung ke Evara hari ini dan mungkin siang nanti akan ke tempat Bibi Barbara,” ucap Vanya pada Kevin saat mereka sedang menikmati sarapan pagi ini.Kevin hanya mengangguk singkat. Lalu, ponselnya berdering, Vanya melihat sekilas, lagi-lagi Lesmana Dirgantara tertulis di sana. Namun, kali ini Kevin mengabaikannya.“Kenapa tidak dijawab?” tanya Vanya.“AKu sedang menikmati sarapan dengan istriku, dan juga ini masih belum jam kerja, kan?” Kevin melanjutkan sarapannya, lalu membuat ponselnya dalam keadaan diam.Vanya tidak bertanya apapun, lagipula dia sudah tidak terlalu peduli dengan Keluarga Dirgantara dan apa yang akan menimpa keluarga ini setelah kejadian besar ini. Mungkin … hatinya sudah mati rasa.Selesai sarapan Vanya mengantar Kevin ke depan rumah.“Nanti aku sudah menyuruh sopir untuk mengantar jemputmu. Kau hubungi aku ka
Vanya dan Kevin pulang ke kediaman mereka tanpa banyak bicara. Terutama Vanya yang sibuk dengan pikirannya sendiri. Hanya saja seperti biasanya, sebelum tidur mereka biasanya akan bicara tentang banyak hal.“Masih kepikiran masalah tadi?” tanya Kevin dengan pelan sambil membawa Vanya dalam pelukannya.Vanya mengangguk pelan. “Tidak mungkin aku tidak memikirkannnya, kan?” “Apa yang paling mengganjal dalam pikiranmu?” Kevin bertanya dengan pelan.Vanya lalu mendongakkan kepalanya melihat ke arah Kevin, ada ragu sedikit di sana.“Katakan saja, aku juga tidak akan marah padamu,” bujuk Kevin.“Kau … apa kau sebenarnya sudah merencanakan hal ini sebelum membuat perjanjian?” tanya Vanya dengan hati-hati.“Maksudku,” lanjut Vanya lagi, “Apa kau sudah memperkirakan semuanya sehingga aset keluarga Wicaksana sebenarnya tidak akan berpindah tangan semudah itu ke Keluarga Dirgantara?”“Apa kau menganggapku pria licik sekarang?” Kevin balas bertanya.Vanya diam dan menelan ludahnya. “Maaf, aku tid
Lesmana tidak bisa berkata-kata lagi, dia seperti tidak diberikan ruang diskusi terkait masalah ini. Yang dikatakan Febiola memang tidak salah bahwa Lesmana tidak pernah menikahi ibu Vanya dan dia terlahir dari hasil kekhilafannya.Kemudian Febiola melihat ke arah ketiga anaknya. “Kalau ada diantara kalian yang mau membujuk si Vanya itu, maka kita akan keluar dari krisis ini.”“Membujuknya?” Suara Vira terdengar enggan melakukannya, lalu kedua anaknya ini melihat ke arah Dira, pun sama dengan Febiola.“Dira, kau saja yang melakukannya. Ini semua terjadi karena kesalahanmu, jadi kau harus bertanggung jawab!” seru Lira.“A-aku?” Dira berkata dengan tergagap, selama ini dia tidak pernah mendapatkan masalah sebesar ini, pun jika dia mendapatkan masalah, semua keluarganya akan memasang badan untuknya, tidak hanya sekali bahkan berkali-kali dia membuat masalah nyaris semua masalah itu tidak pernah dia selesaikan, dia hanya tahu semua masalah selesai setelah diatasi oleh kedua orang tuanya.
Restoran itu mendadak terasa lebih sempit.Suara sendok dan piring masih terdengar, tetapi bisik-bisik kecil mulai menyebar seperti riak di permukaan air. Vanya bisa merasakannya.Tatapan yang berasal dari kanan dan kiri terutama dari meja tim Evara dan juga meja teman-teman Dira. Hampir semua oran
Luna tidak menyela. Ia hanya menatap Vanya, memberi ruang sepenuhnya untuk Vanya menjelaskan. Enam pasang mata kini tertuju padanya. Ujian sebenarnya … baru dimulai.Vanya menautkan jemarinya di atas meja. Ia tidak tersenyum. Tidak juga menunjukkan kemarahan. Ia menarik napas perlahan.“Aku paham k
Kevin masih memeluknya ketika Vanya akhirnya sedikit menjauh, menatap wajah pria itu dengan mata berbinar.“Bukankah kau bilang aku hanya sebentar di Mareva?” tanyanya pelan. “Aku hanya menyerahkan sampel saja. Besok aku juga sudah pulang ke Cavendra.”“Ah, apa kau tidak merindukanku?” Kevin berkata
Empat tahun lalu.Saat itu Vanya masih mengenakan seragam sekolah menengahnya. Ia masih berusia tujuh belas tahun, usia di mana seharusnya ia memikirkan ujian akhir dan cita-cita. Namun, hari itu menjadi akhir dari semuanya.Acara besar keluarga Dirgantara, sebuah pagelaran yang seharusnya menaikka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak