Vanya berkedip berkali-kali, matanya terpaku pada lingerie yang masih tergantung santai di tangan Kevin. Malu rasanya menampar seluruh wajahnya. Tentu saja ia berniat membawanya, hanya saja … Kevin tidak berhenti berdiri di sisinya sejak tadi, membuatnya menunda memasukkan benda itu ke koper.“Kevin … kembalikan,” pinta Vanya dengan suara kecil, hampir seperti rengekan.Tanpa sadar, tubuhnya sedikit maju, tangannya terulur mencoba meraih lingerie itu, karena Kevin mengangkatnya lebih tinggi, Vanya berakhir setengah memeluk pria itu, wajahnya nyaris menempel di dada Kevin.“Coba saja dulu,” kata Kevin tenang, seolah mengomentari hal biasa. “Aku mau lihat. Kalau tidak cocok, kita beli yang lain.”Vanya langsung membelalakkan mata. “Ka-kau …! Kenapa otakmu tiba-tiba mesum begitu?” protesnya sambil mengerucutkan bibir.Sebuah kesalahan.Karena Kevin justru menaikkan sebelah alisnya. “Apa kau bilang?”Sebelum Vanya sempat mundur, Kevin selangkah lebih dekat. Tubuhnya menekan lembut tubuh V
Last Updated : 2025-12-09 Read more