"Arrgghhh....."Wajah Rose sudah basah oleh keringat.Tangannya mencengkeram tangan Arthur erat-erat sejak tadi hingga tangan pria itu terluka. Namun, Arthur sama sekali tidak mengeluh. Ia justru terus berada di samping sang istri, sesekali mengusap wajah Rose yang basah oleh keringat.“Sayang, kamu kuat, kamu pasti bisa,” bisik Arthur, suaranya lembut meski jelas terdengar menahan perasaan khawatirnya. "Aku mencintaimu, Sayang."Arthur terus membisikkan kalimat cinta dan semangat di telinga Rose.Rose hanya mengangguk lemah. Napasnya terdengar berat dan tidak beraturan.“Nona, kepala bayinya sudah terlihat. Ikuti arahan saya, ya,” ujar Dokter Mala dengan tenang. “Tarik napas dalam-dalam... lalu dorong perlahan saat saya bilang.”Rose memejamkan mata. Ia menarik napas panjang, lalu menggenggam tangan Arthur semakin kuat.“Sekarang, Nona. Dorong!”“Aaaarrgghhh!”Rose mengejan sekuat tenaga. Seluruh tubuhnya menegang, sementara Arthur terus memberikan dukungan di sisinya.Lagi lagi Arth
Terakhir Diperbarui : 2026-08-13 Baca selengkapnya