แชร์

Bab 446

ผู้เขียน: Nabila Ara
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-17 23:56:51

"Baby Belle cantik banget ya Rose," ucap Julia.

"Iya, Tante. Mata hazelnya ikut Papanya. Kalau baby Alva dan baby Sean warna matanya sama denganku," ucap Rose.

"Biar adil Rose," sahut Karin.

"Iya. Wajah mereka bertiga kan Tuan Arthur banget ya," ucap Alana.

Rose hanya tersenyum saja lalu ia menatap ke arah baby Alva yang sedang nen.

Saat ini mereka memang berada di kamar Rose karena baby triplets tadi bangun tidur dan menangis ingin nen. Rose langsung membawa mereka ke kamar. Ia tidak mungkin m
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 448

    Arthur langsung berjalan menuju kamar mandi. Tak lama setelah itu langsung terdengar suara gemericik air."Apa ciuman tadi buat Papa jadi...." Rose menatap menatap ke arah pintu kamar mandi.Rose melepaskan alat pumping yang sudah berisi ASI miliknya kemudian memasukkan ASI-nya ke dalam kantung khusus.Namun ia masih kepikiran suaminya. Ia tahu alasan suaminya mandi lagi malam ini. Pasti untuk meredamkan sesuatu dalam tubuh suaminya.Rose sangat ingin membantu suaminya tapi kondisinya saat ini tidak memungkin. Tanpa sampai ke bagian inti, tetapi ia bisa membantu suaminya dengan cara lain.Rose turun dari ranjang untuk meletakkan alat pumping dan ASI-nya ke dalam tempat khusus.Saat ia kembali ke ranjang, pintu kamar mandi terbuka.Arthur keluar dengan wajah fresh dan rambut basahnya. Arthur hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya bagian bawah. Tetesan air dari rambut jatuh ke tubuh atletis Arthur hingga membuat Rose terus menatap tubuh seksi suaminya.Arthur berjalan masuk ke

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 447

    "Ada apa Zumi menghubungi kamu, Sayang?""Papa kok gitu ekspresinya? Jangan bilang Papa masih cemburu sama Zumi?" tanya Rose."Kamu kan sudah tahu jawabannya Sayang. Sampai kapan pun tidak akan berubah. Di antara banyak pria yang terpesona sama kamu, hanya dia yang paling aku cemburui Sayang.""Uluhhh... Uluuhh Papanya triplets gemesin banget." Rose mengusap pipi suaminya."Jadi, ada apa dia hubungi kamu?" tanya Arthur lagi."Menurut Papa?""Sayang..."Rose justru tertawa pelan melihat suaminya yang sangat penasaran."Zumi mengirimiku pesan ucapan selamat kelahiran baby triplets. Bagaimana pun baby triplets itu adiknya. Dia juga bilang impianku menjadi ibu akhirnya tercapai. Sudah itu aja.""Terus kamu balas?""Ya iya lah Pa. Nggak mungkin aku tidak membalas ucapan selamat dari orang lain. Apalagi orang itu mendoakan kebaikan untukku dan baby triplets. Terlepas siapa dia di masa laluku. Tetap saja aku harus mengucapkan terima kasih padanya. Papa tenang aja, aku hanya balas terima kasi

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 446

    "Baby Belle cantik banget ya Rose," ucap Julia."Iya, Tante. Mata hazelnya ikut Papanya. Kalau baby Alva dan baby Sean warna matanya sama denganku," ucap Rose."Biar adil Rose," sahut Karin."Iya. Wajah mereka bertiga kan Tuan Arthur banget ya," ucap Alana.Rose hanya tersenyum saja lalu ia menatap ke arah baby Alva yang sedang nen.Saat ini mereka memang berada di kamar Rose karena baby triplets tadi bangun tidur dan menangis ingin nen. Rose langsung membawa mereka ke kamar. Ia tidak mungkin menyusui ketiga anaknya di luar sementara di sana ada Dave.Baby Belle sedang di gendong oleh Julia, sementara baby Sean di gendong oleh Melani.Tadi Rose langsung menyusui baby Sean dan baby Belle terlebih dahulu karena mereka berdua yang menangis kencang. Sementara baby Alva meski ikutan merengek tetapi ia lebih tenang di banding kedua saudara kembarnya."Nggak papa wajah ketiganya mirip Papanya. Aku justru senang. Mel, udah cocok banget kamu gendong bayi," ucap Rose sambil menoleh ke arah Mela

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 445

    Hari ini Rose dan baby triplets pulang ke rumah setelah selama empat hari berada di rumah sakit.Sebenarnya pihak rumah sakit sudah mengizinkan Rose dan baby triplets pulang pada hari ketiga, tetapi Arthur menambah satu hari lagi agar istri dan anak-anaknya sudah benar-benar kondisinya aman."Bi, semuanya sudah siap?" tanya Arthur."Sudah Tuan. Bibi dan Salimah sudah kemas semua barang-barang Tuan, Nona dan baby triplets," jawab Bi Arum.Bi Arum dan Salimah memang datang ke rumah sakit untuk membantu membereskan barang-barang Arthur, Rose dan baby triplet. Awalnya Rose sendiri yang ingin membereskan barang-barang mereka, tetapi Arthur tidak mengizinkannya. Pada dasarnya, Arthur memang sangat posesif dengan Rose, ditambah istrinya beru melahirkan, maka tingkat posesifnya Arthur semakin menjadi."Makasih banyak ya Bi Arum dan Salimah udah datang ke rumah sakit bantu kami beres-beres. Aku sebenarnya bisa membereskannya, Bi. Tapi Bibi tahu sendiri kalau Tuan-nya Bibi ini gimana," ucap

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 444

    "Oee... Oee.... Oee..."Arthur dan Rose sontak menoleh ke arah triplets."Belum satu hari Sayang, tapi kamu udah nggak rela lihat Papa dan Mama bermesraan," gumam Arthur pada putrinya.Rose hanya terkekeh saja. Kemudian dengan penuh kehati-hatian, Arthur mengendong putri cantiknya yang sedang menangis. "Haus ya Sayang?" tanya Arthur.Bibir bayi cantik itu bergerak-gerak seolah sedang mencari sesuatu.Hati Rose menghangat melihat suaminya sedang mengendong putri cantiknya. Sementara dua saudaranya yang lain masih tidur, untungnya tidak terbangun oleh suara tangisan Baby Belle.Arthur dan Rose sepakat nama panggilan putrinya Belle, sementara si sulung Alva dan si tengah adalah Sean.Di mata Rose, suaminya semakin seksi saat sedang mengendong Baby Belle.Arthur yang sangat gemas dengan putrinya, langsung mencium pipi Baby Belle. Ia tahu kulit bayi masih sangat sensitif, makanya tadi saat ia tahu triplets mau di antar ke ruang perawatan Rose, Arthur langsung membersihkan diri agar ia beb

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 443

    Arthur terus memandang wajah sang istri.Sejak sejam yang lalu, Rose sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP yang sudah Arthur pesan jauh-jauh hari. Saat ini Rose sedang tertidur karena ia kelelahan setelah melahirkan.Sejak Rose dipindahkan ke ruang perawatan, Arthur terus berada di samping Rose.Bi Arum, Salimah serta Restu sudah pulang ke rumah sejak setengah jam yang lalu. Bi Arum memang pulang ke rumah untuk mengambil keperluan Rose dan Arthur, nanti Bi Arum akan kembali lagi ke rumah sakit.Di ruang perawatan Rose, hanya ada mereka berdua saja. Baby triplets masih di ruang anak, mereka masih dalam pantauan dari dokter spesialis anak.Arthur memegang tangan Rose yang terbebas dari infus."Cukup baby triplets saja anak kita, Sayang. Aku tidak akan membuatmu hamil lagi," ucap Arthur lirih.Masih teringat jelas di benaknya, bagaimana Rose kesakitan saat melahirkan keturunannya.Jejak cakaran dan luka di kedua lengannya menjadi bukti sebesar apa rasa sakit yang di rasakan oleh Ros

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status