공유

Bab 442

작가: Nabila Ara
last update 게시일: 2026-08-13 23:37:01

"Arrgghhh....."

Wajah Rose sudah basah oleh keringat.

Tangannya mencengkeram tangan Arthur erat-erat sejak tadi hingga tangan pria itu terluka. Namun, Arthur sama sekali tidak mengeluh. Ia justru terus berada di samping sang istri, sesekali mengusap wajah Rose yang basah oleh keringat.

“Sayang, kamu kuat, kamu pasti bisa,” bisik Arthur, suaranya lembut meski jelas terdengar menahan perasaan khawatirnya. "Aku mencintaimu, Sayang."

Arthur terus membisikkan kalimat cinta dan semangat di telinga Ro
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Azieza Isa
TQSM sudah upload siri baru, sy sgt2 terharu siri ini ada touching moment yg indah. debaran dari awal kelahiran & puzzle kelamin baby yg akhirnya buat sy lega. Rose yg sgt kuat & Arthur yg sgt mencintai Rose semua blend jadi 1 siri yg sgt2 indah. ......
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 444

    "Oee... Oee.... Oee..."Arthur dan Rose sontak menoleh ke arah triplets."Belum satu hari Sayang, tapi kamu udah nggak rela lihat Papa dan Mama bermesraan," gumam Arthur pada putrinya.Rose hanya terkekeh saja. Kemudian dengan penuh kehati-hatian, Arthur mengendong putri cantiknya yang sedang menangis. "Haus ya Sayang?" tanya Arthur.Bibir bayi cantik itu bergerak-gerak seolah sedang mencari sesuatu.Hati Rose menghangat melihat suaminya sedang mengendong putri cantiknya. Sementara dua saudaranya yang lain masih tidur, untungnya tidak terbangun oleh suara tangisan Baby Belle.Arthur dan Rose sepakat nama panggilan putrinya Belle, sementara si sulung Alva dan si tengah adalah Sean.Di mata Rose, suaminya semakin seksi saat sedang mengendong Baby Belle.Arthur yang sangat gemas dengan putrinya, langsung mencium pipi Baby Belle. Ia tahu kulit bayi masih sangat sensitif, makanya tadi saat ia tahu triplets mau di antar ke ruang perawatan Rose, Arthur langsung membersihkan diri agar ia beb

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 443

    Arthur terus memandang wajah sang istri.Sejak sejam yang lalu, Rose sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP yang sudah Arthur pesan jauh-jauh hari. Saat ini Rose sedang tertidur karena ia kelelahan setelah melahirkan.Sejak Rose dipindahkan ke ruang perawatan, Arthur terus berada di samping Rose.Bi Arum, Salimah serta Restu sudah pulang ke rumah sejak setengah jam yang lalu. Bi Arum memang pulang ke rumah untuk mengambil keperluan Rose dan Arthur, nanti Bi Arum akan kembali lagi ke rumah sakit.Di ruang perawatan Rose, hanya ada mereka berdua saja. Baby triplets masih di ruang anak, mereka masih dalam pantauan dari dokter spesialis anak.Arthur memegang tangan Rose yang terbebas dari infus."Cukup baby triplets saja anak kita, Sayang. Aku tidak akan membuatmu hamil lagi," ucap Arthur lirih.Masih teringat jelas di benaknya, bagaimana Rose kesakitan saat melahirkan keturunannya.Jejak cakaran dan luka di kedua lengannya menjadi bukti sebesar apa rasa sakit yang di rasakan oleh Ros

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 442

    "Arrgghhh....."Wajah Rose sudah basah oleh keringat.Tangannya mencengkeram tangan Arthur erat-erat sejak tadi hingga tangan pria itu terluka. Namun, Arthur sama sekali tidak mengeluh. Ia justru terus berada di samping sang istri, sesekali mengusap wajah Rose yang basah oleh keringat.“Sayang, kamu kuat, kamu pasti bisa,” bisik Arthur, suaranya lembut meski jelas terdengar menahan perasaan khawatirnya. "Aku mencintaimu, Sayang."Arthur terus membisikkan kalimat cinta dan semangat di telinga Rose.Rose hanya mengangguk lemah. Napasnya terdengar berat dan tidak beraturan.“Nona, kepala bayinya sudah terlihat. Ikuti arahan saya, ya,” ujar Dokter Mala dengan tenang. “Tarik napas dalam-dalam... lalu dorong perlahan saat saya bilang.”Rose memejamkan mata. Ia menarik napas panjang, lalu menggenggam tangan Arthur semakin kuat.“Sekarang, Nona. Dorong!”“Aaaarrgghhh!”Rose mengejan sekuat tenaga. Seluruh tubuhnya menegang, sementara Arthur terus memberikan dukungan di sisinya.Lagi lagi Arth

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 441

    "Bi, sakiiiit..."Rose memegang tangan Bi Arum dengan kuat."Sabar, Non. Sebentar lagi kita sampai rumah sakit. Mas Restu, tolong dipercepat laju mobinya. Nona Rose sudah kesakitan ini." Bi Arum ikutan panik."Ini sudah paling cepat yang bisa aku bawa, Bi. Aku nggak bisa lebih laju lagi. Keselamatan kita juga sangat penting," ucap Restu yang mencoba untuk tetap fokus menyetir."Nona, coba atur napasnya dulu. Ikut aku ya. Tarik napasnya.... terus hembuskan..." ucap Salimah yang memang ikut mengantar Rose ke rumah sakit. Sesekali Salimah mengelap keringat yang keluar di wajah Rose."Salimah, udah hubungi Papa. Isshhhh..." "Sudah Non, tapi Tuan nggak angkat telepon saya. Tapi saya sudah kirim pesan ke Tuan. Saya juga kirim pesan ke Tuan Ken," ucap Salimah."Kamu tetap hubungi Papa aja, Salimah. Pokoknya aku lahirannya harus ada Papa," ucap Rose.Kontraksi yang ya ia rasakan sudah mulai datang lebih sering."Baik, Non." Salimah pun melanjutkan menghubungi Arthur dan Ken lagi.Sementara

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 440

    Beberapa bulan kemudian~Kandungan Rose sudah masuk bulan sembilan, sudah lewat waktu sesuai dengan prediksi dari Dokter Mala. Umumnya, kehamilan kembar tiga lahiran di usia 32 minggu hingga 35 minggu. Arthur sebenarnya sudah meminta Dokter Mala untuk melakukan operasi caesar saat usia kehamilan Rose masuk di minggu ke tiga puluh lima. Pria itu sangat takut melihat perus besar istrinya. Apalagi istrinya sudah susah bergerak karena perut besarnya.Namun, Rose masih mengusahakan ingin lahiran normal karena kondisi tubuhnya tergolong aman.Bahkan Rose dan Arthur sempat berantem hanya karena masalah lahiran Rose.Demi bisa lahiran normal, Rose sangat rajin ikut kelas yoga prenatal dan menjaga pola makannya.Rose sendiri tahu resiko lahiran normal untuk kehamilan kembar tiga lebih besar dibanding operasi caesar tetapi ia ingin mencobanya.Saat ini Rose sedang memasang dasi untuk suaminya. Meski geraknya sudah sangat terbatas, tetapi setiap hari Rose tidak pernah melewatkan aktivitas ini

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 439

    Rose menatap wanita di depannya dengan tatapan datar.Sedangkan Karin, wanita yang memanggil Rose tadi hanya tersenyum tipis.Sementara Alana memilih meja yang lain karena gadis itu tidak ingin menganggu sahabatnya. Meski begitu, Alana memilih meja yang tidak begitu jauh dengan Rose agar memastikan sahabatnya baik-baik saja."Jangan tegang, Rose. Santai saja," ucap Karin setelah mereka cukup lama hanya saling diam."Siapa juga yang tegang," ucap Rose.Lagi lagi Karin tersenyum. "Kamu pasti masih kesal sama di Bora Bora itu?" tanya Karin."Menurut kamu aja lah. Istri mana yang baik-baik saja saat suaminya lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman wanitanya, sementara istrinya malah di suruh kembali ke kamar. Mana istrinya lagi hamil," ucap Rose.Rose memang masih menyimpan rasa kesal pada Karin.Setelah malam itu, mereka memang sudah tidak pernah bertemu lagi. Antara Karin memang sudah pulang atau wanita di depannya ini sengaja tidak menemui suaminya. Rose juga tidak memperdulika

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status