Keesokan harinya, kondisi fisik Annora berangsur pulih. Namun, sejak ia siuman, atmosfer di rumah itu terasa mencekik. Ibu Ria terus-menerus melontarkan kata-kata ketus yang menyakitkan hati. Dari dalam kamar tamu, Annora bisa mendengar dengan jelas perdebatan sengit antara Andra dan ibunya."Andra, kenapa kamu ngeyel sekali? Apa kamu sudah tidak menghargai Ibu lagi?" suara Ibu Ria meninggi."Bukan begitu, Bu. Ibu terlalu berlebihan membenci tanpa sebab. Jangan simpan penyakit hati, Bu, nanti merusak kesehatan Ibu sendiri," balas Andra, mencoba meredam emosi."Kamu berani menggurui Ibu hanya demi anak orang gila itu?!"Andra bergegas membekap mulut ibunya. Suara Ibu Ria sengaja dikeraskan agar terdengar sampai ke telinga Annora. "Jangan berisik, Bu. Malu sama tetangga..."Di dalam kamar, Annora menarik napas dalam. Dadanya sesak. Ia tidak ingin menjadi duri dalam daging di keluarga ini. Dengan tekad bulat, ia merapikan barang-barangnya yang tersisa dan keluar menemui mereka."M
最後更新 : 2025-08-10 閱讀更多