Annora with Mr.Lee

Annora with Mr.Lee

last updateLast Updated : 2026-05-19
By:  Alna SelviataUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

​"Hal yang paling kutakutkan adalah jika samudera cintaku tak bertepi, namun Tuhan mentakdirkanmu hanya sebatas langit biru yang jauh untuk kupandang." ​Ratusan hari berlalu, namun Annora tak pernah benar-benar merasa bebas. Hidupnya adalah napas yang tertahan dan langkah yang dibayangi kewaspadaan. Di balik pundaknya, sesosok pria kekar terus membuntuti, memastikan bahwa trauma tahun 2000 tak akan pernah terkubur. ​Ledakan hotel itu bukan sekadar tragedi; itu adalah awal dari fitnah keji dan kematian sang ayah yang disaksikan Annora dengan mata kepalanya sendiri. Kini, di tengah upaya mengungkap kebenaran yang terkunci rapat, dua pria berkuasa masuk ke dunianya: Lee Jae Won dan Mateo. ​Di antara perlindungan yang ditawarkan dan rahasia yang mereka simpan, Annora harus memilih. Namun, sanggupkah ia jatuh cinta saat bayangan misterius di kegelapan mulai melangkah maju ke arah cahaya?

View More

Chapter 1

Bab 1Tragedi di Hotel Berdarah

​Suara tembakan membabi buta bergema di setiap ruangan. Api gencar melalap apa saja yang terpajang, sementara teriakan histeris para pengunjung terdengar begitu memilukan.

​Di tengah kekacauan itu, seorang pria bertopeng berdiri tegak, menodongkan pistol ke arah pria paruh baya yang tak berdaya di bawah kakinya. Tatapannya merendahkan, menyeringai layaknya iblis yang puas dengan penderitaan mangsanya.

​"Ka-kau siapa?" tanya pria yang nyaris kehabisan napas itu.

​Pria bertopeng itu tertawa. Suaranya serak dan berat, seolah menikmati rasa sakit musuhnya. "Kau harusnya sudah kukirim ke neraka sejak dulu. Jadi, jangan tanya siapa aku, bodoh!"

​Si pria paruh baya tertegun. Suara itu terasa familier di telinganya—intonasi yang berbeda, namun warna suara yang pernah ia kenal baik.

​"Tolong selamatkan putraku. Selamatkan dia... Kau boleh mengambil segalanya," ucap pria itu pasrah, air mata bercampur darah mengalir di wajahnya.

​Tawa si pria bertopeng menggelegar di lantai dua yang mulai berasap. "Sayangnya, aku tidak peduli. Cuih!" Ia melayangkan tendangan keras ke arah korbannya.

​Pria malang itu semakin tak berdaya. Dengan sisa tenaga, ia merangkak, mencoba bersujud di kaki si pria bertopeng. Di saat yang sama, raungan sirene pemadam kebakaran mulai terdengar dari kejauhan. Salah satu anak buah si pria bertopeng datang membisikkan sesuatu.

​Pria bertopeng menggertakkan gigi. Waktunya sempit, padahal ia belum puas menyiksa korbannya.

​"Sepertinya permainan ini harus selesai. Kau ingin lihat wajahku?" tanya pria bertopeng itu. Perlahan, ia membuka penutup wajahnya.

​Pria yang bersimbah darah itu mendongak. Matanya membulat menatap sosok yang berdiri sombong di hadapannya. "Ka-kau..."

​"Benar, aku! Kenapa? Kau terkejut?"

​Hati pria paruh baya itu mencelos. Ini adalah pengkhianatan terberat yang pernah ia rasakan. "Kenapa... kenapa kau tega melakukan ini pada kami?" tanyanya dengan suara parau.

​Namun, lawan bicaranya hanya tertawa—sebuah tawa yang menyimpan sejuta misteri. Ia kembali mengenakan topengnya, lalu menarik pelatuk perlahan.

​"Inilah bentuk ketidakadilan dunia. Kau sudah terlalu lama bersenang-senang. Sekarang, aku akan mengakhiri semuanya. Matilah kau!"

​Dor!

​Timah panas menembus dahi pria malang itu. Tanpa belas kasih, si pria bertopeng memerintahkan anak buahnya menyiramkan minyak ke sekeliling ruangan. "Ayo keluar dari sini sebelum api semakin membesar!"

​Saat menyusuri lorong menuju tangga darurat, langkah pria bertopeng terhenti. Ia mendengar suara tangis anak kecil dari bawah tangga. Ia memberi isyarat agar anak buahnya berhenti.

​"Tetaplah di sini," ujarnya singkat.

​Ia melangkah perlahan, merunduk untuk memeriksa kolong tangga. Di sana, seorang anak laki-laki sedang meringkuk ketakutan, terus memanggil ibunya dengan suara bergetar. Pria bertopeng tersenyum di balik kain hitamnya. Rencananya seolah direstui semesta. Ia telah menemukan bidak yang akan mengubah hidupnya.

​"Sini, Nak... Ikut Paman," ucapnya seraya mengulurkan tangan.

​Bocah itu menggeleng kuat, ketakutan melihat topeng hitam tersebut. Namun, api sudah mulai menjilat lantai tiga. "Paksa dia keluar!" titahnya geram.

​Akhirnya, bocah itu digendong paksa. Mereka segera menembus pintu darurat belakang, menuju deretan mobil mewah yang sudah menunggu.

​"Kalian boleh bersantai setelah ini. Lupakan semua yang terjadi di sini. Paham?!"

​"Paham, Bos!"

​Mobil-mobil itu melesat pergi, meninggalkan hotel yang kini telah menjadi lautan api.

​Malam semakin larut, namun suasana di sekitar hotel masih mencekam. Rosalinda berdiri gemetar di balik garis polisi, menatap petugas yang sibuk mengevakuasi korban.

​"Ibu!" sebuah suara memanggil.

​Rosalinda terlonjak saat melihat putri kecilnya berlari ke arahnya. Ia segera memeluk anaknya erat-erat. "Sayang, syukurlah! Ibu pikir kau ada di dalam!"

​Gadis kecil itu menggeleng. "Tadi aku pergi ke minimarket bersama Tante Koki. Tapi pas kembali, hotel sudah terbakar. Ibu... Ayah di mana?"

​Rosalinda terdiam, ia melirik rekan kerja suaminya—seorang koki wanita—yang berdiri tertunduk di dekat mereka. "Apakah suamiku ada di dalam saat kejadian?" tanya Rosalinda gemetar.

​Koki itu hanya membisu, tangannya mengusap perutnya yang masih rata dengan wajah penuh duka. Sebelum ia menjawab, seorang polisi menghampiri mereka.

​"Apa Anda mencari keluarga?" tanya polisi itu.

​"Iya, Pak. Suami saya Arif, dia koki di sini."

​Polisi itu mengarahkan mereka ke posko identifikasi. Rosalinda dan putrinya mengikuti dengan perasaan waswas, sementara si koki wanita mengekor di belakang.

​"Silakan cek daftar ini. Kami sudah mengidentifikasi beberapa korban berdasarkan data DNA dan ciri fisik," ujar polisi sambil menyodorkan beberapa lembar kertas.

​Rosalinda memeriksa daftar itu dengan tangan gemetar. Di lembar ketiga, napasnya seolah terhenti. Nama suaminya, Arif, tercatat sebagai korban meninggal.

​"Mas Arif..." gumam Rosalinda ambruk.

​Di saat yang sama, koki wanita di sampingnya mendadak histeris lalu pingsan. Petugas medis segera membawanya ke ranjang lipat.

​"Sepertinya dia sedang hamil muda, Bu," lapor perawat setelah memeriksa kondisi si koki.

​Rosalinda, yang juga sedang hancur, hanya bisa mengangguk kosong. Pikirannya kalut. Ia sengaja menyusul suaminya ke kota ini karena firasat buruk melalui mimpi yang berulang, namun ternyata kenyataan jauh lebih pahit.

​Tiba-tiba, suara isak tangis terdengar dari ranjang sebelah. Si koki wanita telah sadar.

​"Kau sudah bangun? Ternyata kau sedang hamil..." ucap Rosalinda berusaha berempati di tengah duka mereka bersama.

​Bukannya menjawab, koki itu justru memeluk kaki Rosalinda sambil menangis sejadi-jadinya. "Maafkan saya... Maafkan saya. Ini hukuman untuk saya!"

​Rosalinda mengernyit bingung. "Apa maksudmu? Ceritakan padaku, ada apa?"

​Dengan suara tersedu-sedu, koki itu membisikkan sebuah pengakuan. Detik itu juga, mata Rosalinda menyala karena amarah. Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi si koki.

​"Kurang ajar! Bisa-bisanya kau melakukan itu di belakangku?! Dan kau membawa putriku dalam urusan busukmu?! Kenapa kau tega?!"

​Kegaduhan itu membuat orang-orang di posko mencoba melerai. Putri kecil Rosalinda yang ketakutan segera memeluk ibunya. "Jangan pukul Tante Koki, Bu... Kasihan..."

​Rosalinda terisak, dadanya sesak oleh pengkhianatan yang baru saja terungkap di atas nisan suaminya yang bahkan belum kering.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status