“Baiklah kita cari makan sekarang, pantas saja dari tadi perutku terasa perih.” Mia cengengesan seraya mengusap perut dengan kedua tangannya.Keduanya akhirnya memutuskan untuk berjalan keluar rumah sakit mencari tempat makan yang sekiranya masih buka, namun tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan. William berhenti sejenak, dan melihat ke arah belakang untuk memastikan sesuatu. “Apa hanya perasaanku saja, seperti ada seseorang yang sedang mengawasi.“Ada apa kak?” Tanya Mia yang menyadari William tiba-tiba berhenti berjalan. “Tidak apa-apa ayo kita pergi, hari sudah mulai malam takut tempat makan mulai pada tutup.” ajak William yang kini berjalan lebih dahulu.Tidak ingin membahasnya lagi, Mia memutuskan untuk menyusul William karena kondisinya saat ini sedang benar-benar lapar. Setelah menemukan makanan yang di inginkan, keduanya memutuskan untuk membungkusnya dan memakannya nanti di kamar inap ayah Mia, mengingat tidak ada yang menunggu dan merawat.Meski
Read more