POV Matilda Air mataku lenyap di jubah Leon, setiap tetesnya membawa lebih dari sekadar kesedihan.Dia tidak berkata apa-apa. Hanya memelukku. Teguh. Nyata. Hidup. Detak jantungnya berdebar stabil di bawah pipiku, sebuah ritme yang kupikir telah hilang selamanya. Aroma air laut melekat padanya, garam dan angin, meresap ke dalam kain.Angin berputar di sekitar kami, menerpa rambutku, menahan momen ini dalam keheningan. Dan dalam keheningan itu, kesedihanku berubah, tidak lagi pahit, tetapi bersih. Seolah-olah kehadirannya saja membujuk sesuatu yang retak di dalam diriku untuk mulai pulih.Ketika isak tangis akhirnya mereda dan napasku stabil, aku mengangkat kepalaku, tanganku menekan dadanya, merasakan tenunan kasar kemejanya.Dia mencondongkan daguku dengan jari-jari lembutnya. Ujung ibu jarinya menyentuh kulitku saat matanya bertemu dengan mataku. Mata yang kuyakinkan pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan
최신 업데이트 : 2026-01-17 더 보기