Hati Susan terasa sesak, tanpa sadar dia mencengkeram ponselnya dengan erat. Setelah beberapa saat, dia hanya menggumamkan persetujuan dengan suara rendah."Itu baru namanya anak baik," kata Adeline. "Hei, sepertinya aku belum pernah bertanya apakah kamu akan mengikuti ujian seni atau ujian masuk perguruan tinggi biasa?"Ketika Susan berbicara, suaranya agak serak, tetapi orang di ujung lain telepon tidak mendengar ada yang aneh."Aku nggak akan mengikuti ujian seni. Nilai akademikku cukup bagus," jawab Susan.Adeline membalas, "Kalau begitu, fokuslah untuk mempersiapkan ujian dengan baik. Jangan biarkan masalah ini memengaruhi suasana hatimu."Susan hanya bisa menyetujuinya.Setelah menutup telepon, Susan berbaring di tempat tidur, sementara matanya menatap kosong ke langit-langit.Hingga malam tiba, dia tidak mengirimkan pesan yang sudah ditulis di ponselnya.Setelah itu, ada banyak teman-teman sekelas, serta guru yang menghubunginya. Mereka menanyakan keadaan Susan, menanyakan apa y
Read more