Itu Ryan.Susan meletakkan sendoknya. Suaranya terdengar dingin, "Kamu yang suruh Bibi datang ke sini tanpa izin. Semua itu nggak ada hubungannya denganku."Ryan mendekat. Matanya yang hitam pekat melirik sekilas ke arah pergelangan kaki Susan yang terbalut gips. Kemudian, Ryan pun berkata dengan suara yang dalam, "Kalau kamu nggak puas, ganti saja dengan yang lain. Akan terus diganti sampai ada yang membuatmu puas."Susan berkata, "Sudah kubilang, aku nggak butuh."Ryan sama sekali tidak memedulikan kata-kata Susan, "Besok akan ada Bibi lain yang datang."Susan mengerutkan kening. "Ryan, apa kamu tahu apa yang kamu lakukan?"Ryan mengambil buku catatan medis di atas meja nakas, lalu membolak-baliknya dengan santai. "Dokter bilang apa?"Tatapan mata Susan tampak acuh tak acuh. "Dokter bilang, aku akan sembuh lebih cepat, kalau nggak ada orang yang merusak pemandangan muncul di hadapanku."Padahal, yang dikatakan dokter adalah, masalahnya tidak terlalu serius. Untuk sementara waktu, Sus
Read more