Saat itu, tidak akan Pak Arvin biarkan siapa pun menghentikannya.Saat membayangkan pinggang Susan yang ramping dan indah, seberkas cahaya mesum pun berkilat dalam pandangan Pak Arvin.Susan tidak menanggapi Anna dan putranya. Wajah Anna pun menjadi lebih gelap. Dia membalikkan punggungnya ke arah Susan dan menghadap Ryan.Anna memutar bola matanya dalam hati. Padahal Susan hanyalah putri seorang sopir, tetapi sikapnya sok sekali.Seandainya bukan karena Ryan, siapa juga yang mau repot-repot berurusan dengan Susan?Anna menggerutu dalam hati, tetapi ketika dia menatap Ryan, dia memasang senyum lembut dan ramah.Sekarang, Anna tahu betul jarak antara dirinya dan Ryan. Dia tidak berani lagi berfantasi untuk menikah dengan Ryan, dia tahu itu mustahil. Yang terpenting sekarang adalah membujuk Ryan untuk pergi.Begitu Ryan pergi dan Susan kehilangan pendukung utamanya, mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan kepada wanita itu.Sambil berpikir begitu, Anna pun membuat senyumannya
Baca selengkapnya