Nadin berbalik badan. Kini Devita dan Nadin saling bertatapan. Tatapan mata Nadin tajam seperti tidak trima dengan perkataan Devita barusan. Tapi dia tidak bisa mengelak karena memang itu kenyataannya. Sementara Devita menatap Nadin sembari tersenyum, merasa puas karena ucapannya membuat Nadin tidak bisa berkutik. Nadin mendengus kesal. Dia melenggang pergi begitu saja dari hadapan Devita. "Hutangnya aku catat ya mbak?" teriak Devita sembari menatap kepergian kaka iparnya itu. Nadin sendiri terlihat mempercepat langkah kakinya. Dia sama sekali tidak menoleh ke arah Devita lagi. Devita tersenyum getir melihat tingkah laku Nadin. Devita juga sudah menyadari uang 10 ribu tersebut pastinya akan sulit dia dapatkan dari kakak iparnya. "Dasar tidak punya malu," umpat Devita. Devita meraih tangan putranya lalu kembali melangkahkan kaki untuk pulang. Devita sudah sampai di depan rumahnya. Mata Devita membelalak saat melihat motor milik Arman terparkir di depan rumahnya. Devita sampai
Last Updated : 2025-12-08 Read more