Raymond menatap wajah Gojali, keponakan angkatnya ini sengaja datang malam ini setelah dipanggilnya, seminggu setelah letoy di hajar Bu Ita.“Jadi saat kamu terakhir bertemu, ada yang aneh dari kelakuan Armani?” pancing Raymond.“Iya Om, si Om Armani agak sinis, sikapnya juga seakan anggap aku ini musuh saja, padahal kan dulu itu aku masih pakai raganya Om!”“Sinis bagaimana?” desak Raymond lagi makin penasaran. “Dia bilang kalau Om mau ambil ka Rahma, ambil saja, dia juga bilang sudah tarik semua saham di Razak Corporation, biar bangkrut sekalian, gitu katanya, kan ya Om, masa berani ngomong begitu ke Om langsung, walaupu saat itu raganya Om, aku yang gunakan?!” kata Gojali.“Hmm…aneh, benar aneh, kenapa si Armani jadi berubah begitu, seingatku dia itu sangat baik dan tidak pernah sinis denganku! Saat dia ngomong gitu, mulutnya bau alkohol nggak???” kata Raymond heran sendiri.“Benar Om, bau alkohol mulut Om Armani! Oh ya aku baru ingat ucapan Felicia, saat dulu bersamaku sebelum dia
Last Updated : 2025-11-28 Read more