“Tenang…kali ini pangeran nggak usah kencan sama ular,” bisik Nyi Kundir tertawa, sambil cubit perut Mante.“Sama Nyi Kundir juga tak masalah, yang dulu itu kan nangggung, lagian milik Nyi Kundir juga masih sempiittt....!” sahut Mante santai, ketularan kelakuan Raka, hingga Nyi Kundir terkekeh.Nyi Kundir lalu berbisik dan Mante kontan melongo. “J-jadi…Nyi Kundir sudah berusia…100 tahun lebih?” cetus Mante hampir nggak percaya, dengan wajah bak wanita berusia 25 tahunan, ternyata Nyi Kundir udah nenek-nenek?.Seketika nafsunya padam, masa dia harus kencani nenek-nenek renta...!Untung saja Raka nggak dengar, sebab dia lagi ngobrol dengan Panglima Urap dan Pangima Ki Palor.Ada surat resmi dari Maharatu Dyah, soal jabatan kedua panglima ini, Ki Palor tetap menjabat Panglima dan Ki Urap akan jadi Perdana Menteri, peresmiannya seminggu lagi. Kedua petinggi kerajaan ini meminta Raka dan Mante bertahan dulu d kerajaan ini, jangan buru-buru ‘pergi’ untuk hadapi musuh – musuh, dan juga men
Terakhir Diperbarui : 2026-02-23 Baca selengkapnya