“Ada apa?”Tanya Kaisar dengan bingung. Qing Lan tidak menjawab dan mengajak Kaisar untuk keluar dari ruangan rahasia hingga akhirnya tiba di kamarnya. Pada saat ini di kamar hanya ada Qing Lan, Wen Xing dengan Kaisar. Qing Lan membiarkan Kaisar untuk duduk di kursi dengan tenang sementara dirinya berdiri. “Yang Mulia, aku ingin bertanya sesuatu namun kamu harus jujur. “ Ucap Qing Lan. “Situasi sudah begini, apalagi yang perlu aku tutupi? “ Tanya Kaisar. “Apakah kamu Ayahku? “ Tanya Qing Lan tidak menunda lagi. Kaisar tampak terkejut sebelum akhirnya berubah menjadi lebih tenang, lalu menganggukkan kepalanya. Qing Lan terdiam sejenak, dia sudah menduga dan yakin sembilan puluh sembilan persen atas dugaannya. Tetapi, ketika divalidasi secara langsung tetap ada sebuah pukulan telak yang menghantam hatinya. “Aku tahu bahwa hal ini tidak dapat disembunyikan selamanya. Benar, aku dan Ibumu pernah menikah. “ Ucap Kaisar dengan terus terang. “Terima kasih sudah jujur padaku, aku jug
Read more