Alyssa mengangkat pandangannya, lalu melihat pria yang duduk di sofa.Rafatar duduk di pangkuan pria itu, bersandar di pelukannya sambil memainkan game di tablet.Daniel menunduk, menatap layar di tangan Rafatar, lalu mengingatkan dengan suara lembut, "Lihat sebelahmu, ada orang datang."Begitu suara itu dilontarkan, Rafatar langsung terkena tembak di dalam game."Ah!" Rafatar segera meletakkan tabletnya. Wajahnya penuh keluhan. "Papa! Kenapa nggak bilang dari tadi sih?"Daniel terkekeh-kekeh, mengulurkan tangan mengacak rambut Rafatar. "Kamu masih cupu, perlu banyak-banyak latihan."Rafatar bersikap manja. "Papa bantu aku main dua ronde saja ya, tinggal sedikit lagi naik rank."Sorot mata Daniel penuh kasih dan kelembutan. "Nanti Papa bantu, sekarang makan dulu."Bagi keluarga ini, pemandangan itu terlihat begitu hangat. Namun, Alyssa tidak pernah menjadi bagian dari kehangatan itu.Kelembutan Daniel hanya untuk Rafatar. Mereka berdua menganggap Alyssa seperti udara, tak terlihat, tak
Baca selengkapnya