Suara Anita terdengar lebih renta daripada sebelumnya. "Alyssa, belakangan ini kamu sibuk kerja?""Ya, Nek, aku lagi banyak pekerjaan.""Daniel bilang kamu sibuk sekali. Memangnya pekerjaan apa yang bisa lebih sibuk daripada Daniel sendiri?"Alyssa terdiam, tidak tahu bagaimana harus menjawab. Dia memang tidak ingin kembali ke rumah lama dan berhadapan langsung dengan Daniel, juga tak ingin berurusan dengan Keluarga Arthadika. Namun sayangnya, dia sudah menandatangani perjanjian itu.Bisa menolak sekali dua kali, tapi tidak mungkin menghindar selamanya. Selalu akan ada saatnya dia harus pulang. Dia sudah menolak berkali-kali.Ketika dia terdiam lagi, rasa bersalah di hati Anita semakin besar. "Waktu itu Zizi terluka ... Nenek benar-benar nggak sengaja. Setelah itu, kamu nggak pernah datang ke rumah lagi. Bahkan saat pemakaman Keluarga Guritno pun, kamu nggak bawa Zizi."Setiap kali mengingat kejadian itu, hatinya terasa sangat tidak nyaman. Saat cucunya terluka, jantungnya serasa direm
Baca selengkapnya