Ruangan tetap sunyi beberapa detik setelah Mahendra selesai membaca halaman itu. Tidak ada yang langsung berbicara. Beberapa anggota komisaris saling bertukar pandang, mencoba memahami apa yang baru saja berubah di meja rapat itu. Seeyana tidak menoleh ke siapa pun. Ia hanya melihat satu orang. Surya Pratama. Pria itu tetap duduk dengan posisi yang sama, tangan terlipat di atas meja, ekspresinya nyaris tidak berubah. Jika ia terkejut melihat nama kedua di dokumen itu, ia menyembunyikannya dengan sempurna.Mahendra menurunkan kertas itu ke meja dengan gerakan perlahan. “Arief, saya ingin penjelasan yang lebih jelas,” katanya. Suaranya tidak keras, tetapi nada di dalamnya cukup membuat semua orang kembali fokus. Arief berdiri sedikit lebih tegak di sisi ruangan. “Halaman tersebut berasal dari lampiran transaksi yang baru kami terima pagi ini. Tim audit belum menyelesaikan verifikasi penuh, sehingga tidak kami masukkan ke ringkasan awal.” Mahendra menatapnya beberapa detik sebel
Read more