Roland benar-benar tidak tega melihat gadis di depannya. Dia menghela napas pelan dan berjalan ke sisi ranjang Ryan, lalu menutupi tubuh Ryan dengan kain medis putih.Dari kepala sampai kaki, semuanya tertutup.Melihat pemandangan itu, Bianca benar-benar runtuh."Bu Bianca, tabahkan hati!" Roland sendiri juga sangat sedih. Dia menahan air matanya agar tidak jatuh, lalu memberi isyarat kepada asistennya, "Angkat Pak Ryan ke mobil!"Asisten maju dan mengangkat tandu."Hati-hati!" Roland mengingatkan, "Pelan saja, jangan mengganggu Pak Ryan!"Ucapan itu malah semakin menyayat hati. Namun pada detik berikutnya, terdengar suara batuk dari atas tandu.Awalnya, semua orang mengira mereka salah dengar. Mereka menoleh ke sekeliling. Di ruangan ini tidak ada apa pun lagi selain sebuah kerangka tulang putih."Uhuk uhuk!"Detik berikutnya, suara batuk kembali terdengar dari balik kain putih."Sial!" Serena yang berada di depan merinding, "Pak Ryan ... itu Pak Ryan yang batuk!"Roland segera membuk
Read more