"Pak Ryan, senang sekali bisa berkenalan denganmu. Namaku Rylan. Nama kita mirip. Lima ratus tahun lalu mungkin kita satu keluarga! Hahaha!""Pak Ryan, senang bertemu denganmu!"....Pemandangan itu membuat Vania dan Kenny sama-sama terpaku.Di mata Vania, orang-orang di hadapannya ini semuanya adalah bos besar, sosok yang hanya bisa dipandang dengan kagum dari jauh. Namun saat ini, mereka satu per satu seperti anjing penjilat, berebut menjilat Ryan.Di tengah rasa terkejutnya, Vania tanpa sadar mulai merasakan sedikit rasa segan terhadap Ryan.Di sampingnya, Kenny melihat itu dan langsung tidak senang. Dia buru-buru menghalangi, "Tunggu, kalian ini mau apa? Dia ini sahabatku!""Ah, Pak Kenny, kami cuma ingin berkenalan dengan Pak Ryan, jangan dihalangi dong!" sahut salah satu dari mereka."Ya, Pak Kenny. Nggak disangka kamu punya teman sehebat ini. Seharusnya dari dulu kamu kenalkan ke kami!"Untuk sesaat, orang-orang yang dulu pernah mengejek Kenny kini tidak berani macam-macam lagi.
Baca selengkapnya