“Kakek bilang hanya makan siang?” ucap Tiara pada Aditama. Pria paruh baya itu ternyata tidak sendirian. Lagi dan lagi dia bersama Rafka, dokter pribadinya. Ah, bukan. Mungkin Rafka sudah menjadi kandidat utama sebagai cucu menantu Aditama.“Ya, kita memang hanya makan siang Tiara,” balas Aditama. “Kita bertiga,” jelasnya. Namun, Tiara jelas tahu maksud kakeknya apa. Lihat saja sudut matanya mengarah kemana kalau bukan kepada Rafka. Tiara memutar bola matanya sebelum akhirnya menyerah dan duduk. “Apa kabar Ra?” tanya Rafka basa basi dengan senyum manisnya yang khas. Dokter itu selalu ramah padanya, dia juga lumayan secara tampang dan fisiknya. Meski begitu, Tiara tidak tertarik dengan ide kakeknya yang menyuruhnya menikah dengan Rafka. Bukan berarti Rafka membencinya. Tiara hanya belum tertarik, lagipula dia tidak begitu dekat dengan Rafka. Mereka benar-benar orang asing. Satu-satunya hubungan mereka adalah seorang dokter dan pasien. Tidak lebih. “Baik, anda sendiri?” Rafka me
Last Updated : 2026-06-02 Read more