Angel, yang tadinya duduk dengan punggung tegak dan dagu terangkat, kini terlihat seperti patung yang kehilangan jiwanya. Ia berdiri perlahan, namun kakinya tampak tidak stabil.Di sekeliling aula, ratusan pasang mata staf yang tadi pagi sempat menatap Joanna dengan kebencian, kini mengarah kepada Angel. Tidak ada lagi ketakutan di tatapan mereka. Tidak ada lagi rasa segan yang dibuat-buat.Yang ada hanyalah rasa tidak percaya, jijik, dan sebuah kesadaran kolektif bahwa mereka telah diperalat oleh seseorang yang mereka anggap sebagai “majikan” di kantor ini.Damian melangkah mendekati putrinya. Setiap langkahnya terdengar sangat jelas di lantai marmer. Ia berhenti tepat di hadapan Angel, hanya berjarak satu langkah. Damian tidak berteriak, ia tidak memaki, namun aura dingin yang memancar darinya membuat siapa pun yang berada di radius lima meter secara naluriah mundur.“Katakan padaku, Angel,” suara Damian rendah, datar, namun tajam seperti silet. “Apakah dia berbohong?”Angel menelan
最後更新 : 2026-04-19 閱讀更多