Lampu lobi apartemen Joanna berpendar redup saat mereka melangkah masuk. Anthony dan dua pengawal lainnya tetap berjaga di koridor luar, memberikan ruang yang sangat dibutuhkan bagi keduanya.Begitu pintu unit apartemen terkunci dari dalam, Joanna menyandarkan punggungnya di pintu kayu yang kokoh itu. Ia memejamkan mata, menghirup aroma pengharum ruangan miliknya yang biasanya menenangkan, namun kali ini terasa asing.Seluruh tubuhnya terasa lemas. Ketegangan berhari-hari, mulai dari ancaman di butik, pelarian ke Puncak, hingga konfrontasi berdarah seolah runtuh menimpanya sekaligus.Damian mendekat, ia melepaskan jasnya dan melemparnya ke atas sofa tanpa menoleh. Pria itu menatap Joanna dengan saksama. “Kau gemetar, Jo.”“Aku hanya... aku tidak percaya semua ini sudah selesai,” bisik Joanna. Ia membuka matanya dan menatap tangannya yang masih sedikit bergetar. “Thomas sudah pergi, Angel sudah diasingkan, tapi aku masih meras
Last Updated : 2026-04-26 Read more