/ Romansa / Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku / 54. Reruntuhan Hidup Thomas

공유

54. Reruntuhan Hidup Thomas

작가: Nhaya_Khania
last update 게시일: 2026-04-20 23:26:06

Setelah badai di aula utama mereda, Joanna berusaha kembali ke ritme kerjanya yang normal. Namun, suasana di luar gedung pencakar langit itu justru semakin memanas bagi Thomas. Sementara Joanna mendapatkan kembali posisinya, Thomas baru saja menerima hantaman telak yang menghancurkan sisa-sisa pertahanannya.

Di sebuah ruko kecil di pinggiran Jakarta yang ia sebut sebagai kantor, Thomas duduk dengan napas memburu. Ia baru saja menutup telepon dari investor terakhir yang diharapkan bisa menyelama
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku   115. Tamat

    Hari yang dinantikan itu akhirnya tiba di bawah langit Jakarta yang cerah. Aula utama salah satu hotel bintang lima terbesar di ibu kota telah disulap menjadi taman botani dalam ruangan yang megah.Ribuan bunga mawar putih dan seruni segar menghiasi setiap sudut, memancarkan keharuman yang menenangkan. Ratusan pasang mata dari kalangan konglomerat, pejabat publik, hingga kerabat dekat tertuju pada altar yang berdiri megah di ujung ruangan.Di atas altar, Damian berdiri dengan setelan tuksedo hitam potongan klasik yang membuatnya tampak sangat gagah. Rahangnya yang tegas sedikit mengeras, memperlihatkan ketegangan yang jarang ia tunjukkan di ruang sidang ataupun ruang rapat komisaris. Jantungnya berdegup kencang saat pintu aula besar itu perlahan terbuka.Joanna melangkah masuk. Ia tampak luar biasa anggun dalam balutan gaun pengantin A-line putih gading dengan ekor panjang yang menjuntai. Tiara kecil di atas sanggulkannya berkilau diterpa lampu aula.Di lengannya, tidak ada sosok ayah

  • Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku   114. Kesibukan Menjelang Hari H

    Dua bulan setelah badai di Zurich mereda, lantai teratas butik pengantin paling eksklusif di Jakarta Selatan ditutup total untuk umum.Ruangan bernuansa putih gading itu dipenuhi dengan deretan gaun pengantin adibusana yang berkilauan di bawah lampu kristal. Musik klasik mengalun lembut, menemani kesibukan persiapan pernikahan yang disebut-sebut sebagai perhelatan termegah tahun ini.Joanna berdiri di atas podium bundar kecil, menatap pantulannya di cermin besar. Ia mengenakan gaun putih potongan A-line dengan detail brokat Prancis yang dijahit tangan di sepanjang lengan dan dadanya."Bagaimana, Tante? Lingkar pinggangnya terlalu ketat tidak?"Suara itu berasal dari Angel. Gadis remaja itu duduk di sofa beledu sambil memangku beberapa katalog payet. Wajahnya yang dulu selalu tampak muram kini terlihat segar dan penuh energi.Sejak kembali dari Swiss, hubungan mereka mencair dengan cepat. Angel bahkan dengan sukarela mengajukan diri menjadi kepala perancang konsep untuk para pengiring

  • Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku   113. Kepulangan yang Menang

    Penerbangan kembali ke Jakarta dengan jet pribadi milik Damian terasa jauh berbeda dari keberangkatan mereka beberapa hari lalu. Tidak ada lagi keheningan yang mencekam atau tatapan penuh kecurigaan.Di dalam kabin yang luas itu, Angel duduk di sofa seberang, tertidur pulas berselimut kain wol tebal setelah meminum obatnya. Wajahnya tampak damai, seolah beban berat yang selama ini menghimpitnya telah menguap bersama udara dingin Swiss.Damian dan Joanna duduk berhadapan di dekat jendela. Di atas meja kecil di antara mereka, beberapa draf pernyataan pers yang disiapkan oleh Anthony sudah tercetak rapi."Anthony sudah mengurus semuanya di Jakarta," ujar Damian sambil menggeser kertas-kertas itu. "Konferensi pers dijadwalkan besok sore, tepat setelah kita mendarat dan beristirahat. Semua media besar sudah mengonfirmasi kehadiran mereka."Joanna mengambil salah satu lembar draf dan membacanya sekilas. "Kau benar-benar akan mengumumkan tanggal pernikahan kita bersamaan dengan klarifikasi k

  • Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku   112. Kata Maaf Pertama

    Suasana di dalam kamar hotel yang mewah itu seketika membeku. Damian segera menarik selimut untuk menutupi bahu Joanna, sementara ia sendiri dengan cepat menyambar bathrobe sutra di pinggir tempat tidur. Jantungnya berdegup kencang, bersiap menghadapi ledakan amarah atau histeria lain dari putrinya.Namun, ledakan itu tidak pernah datang.Angel tetap berdiri di sana. Tubuhnya gemetar hebat, bukan karena amarah, melainkan karena rasa dingin dan kelelahan yang luar biasa. Air mata mulai mengalir di pipinya yang pucat, jatuh menetes ke lantai karpet bulu yang tebal."Angel? Bagaimana kau bisa sampai di sini?" Damian melangkah mendekat dengan hati-hati, suaranya lembut namun penuh kekhawatiran.Angel tidak menjawab pertanyaan itu. Ia justru menutup wajahnya dengan kedua tangan dan terisak hebat. Bahunya berguncang, dan suara tangisnya terdengar begitu pilu, suara seorang anak yang baru saja menyadari bahwa ia telah kehilangan segalanya karena kebodoh

  • Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku   111. Dominasi di Hotel Zurich

    Setelah Clara dibawa pergi oleh kepolisian Zurich, ketegangan yang menghimpit selama berhari-hari mendadak lepas. Damian membawa Joanna kembali ke suite mewah mereka di sebuah hotel yang menghadap langsung ke puncak Pegunungan Alpen.Di dalam ruangan yang luas itu, hanya ada keheningan yang intim, kontras dengan kekacauan yang baru saja terjadi di kafe bawah.Damian menutup pintu kamar dengan tendangan pelan. Ia langsung menarik Joanna ke dalam pelukannya, mencium wanita itu dengan intensitas yang hampir meledak.Adrenalin dari kemenangan dan rasa syukur karena Joanna selamat membuat gairahnya memuncak ke level yang belum pernah ia rasakan sebelumnya."Kau sangat berani, Joanna. Sangat berani," bisik Damian di sela ciuman mereka. Suaranya serak, penuh dengan kebanggaan dan keinginan yang mendalam.Joanna tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mencengkeram kerah kemeja Damian, menariknya semakin mendekat. Rasa takut yang sempat menderanya kini

  • Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku   110. Perlawanan Balik Joanna

    Joanna melangkah masuk ke dalam sebuah kafe kecil yang remang-remang di sudut kota Zurich. Ia sengaja memilih tempat yang tidak terlalu ramai untuk menemui Clara. Setelah pembicaraan telepon dengan Damian, Joanna tahu bahwa kali ini ia tidak bisa hanya diam dan dilindungi. Ia harus menghadapi sumber masalah ini secara langsung.Clara sudah duduk di sana, menyesap espresso dengan gaya angkuh seolah ia masih memegang kendali penuh. Ia tampak terkejut melihat Joanna yang datang sendirian, tanpa pengawalan ketat Damian di sampingnya."Berani juga kau menemuiku tanpa pelindungmu itu," ujar Clara dengan senyum sinis.Joanna duduk di hadapan Clara, meletakkan tas tangannya di atas meja. Ia telah mengaktifkan alat perekam medis tingkat tinggi yang tersembunyi di balik bros blazernya. "Damian sedang menjaga Angel. Aku tidak butuh dia untuk bicara dengan wanita sepertimu."Clara tertawa meremehkan. "Kau pikir dengan menjaga Angel, kau akan mendapatkan simpati? Dia

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status