Di sisi lain, Zakki sedang rapat dengan para karyawannya. Dia terlihat begitu fokus hingga dia tidak sadar jika ponselnya bergetar. Tiga puluh menit berlalu. Rapat telah usai. Zakki meninggalkan ruang rapat. Dia berjalan menuju ke ruangannya. Begitu tiba di ruang rapat. Zakki memeriksa ponselnya. Netranya menatap pesan dari Kirana. Seulas senyum kebahagiaan terlihat di bibirnya. Sang sekertaris yang melihat hal itu sedikit bingung. Entah siapa yang mengirim pesan kepadanya hingga senyumannya tidak pernah luntur. "Khmmm. Apa yang begitu membahagiakan pak?" Tanya sekertarisnya. Zakki hanya menoleh sekilas tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia kembali menatap ponselnya. Dia beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan ke atap. Setibanya di atap, dia menelpon Kirana. Tapi hal itu berujung kekecewaan. Ketika teleponnya tidak di angkat. "Ini jam kantor. "Lirihnya dengan penuh rasa kecewa. Zakki memasukkan ponselnya ke dalam sakunya. Netranya menatap gedung-gedung yan
Leer más