LOGINBagaimana perasaan seorang istri ketika harus melihat kebahagiaan suaminya bersama dengan istri keduanya?Kebahagiaan yang dulu dia dapatkan kini menjadi milik wanita lain.
View MoreTok.. Ana melangkah masuk ke dalam. Wanita itu tentu saja terkejut melihat kehadiran Jihan di dalam ruangan atasannya. "Kembalilah nanti."Ujar Kirana menoleh kepada sekertarisnya. "Baik bu." Ana melangkah keluar dari ruangan atasannya dan kembali ke meja kerjanya. Kirana mengalihkan pandangannya kepada Jihan. Wanita yang sudah memberi luka yang dalam di di hatinya tapi kini dia melihat wanita itu tampak menyedihkan. Dia merasakan apa yang pernah ia rasakan di masa lalu. "Aku terima permintaan maaf mu. Allah saja maha pemaaf Jihan. Masa aku sebagai seorang hamba tidak memaafkan mu. Tapi untuk rasa sakit di hatiku. Aku tidak akan pernah lupa." Kirana menatap Jihan yang saat ini menundukkan pandangannya. Tatapannya begitu dalam. Tidak ada kebencian tapi rasa sakit itu benar-benar masih terluhat. Sejak kedatangannya Jihan selalu menundukkan pandangannya. Dia tidak berani menatap Kirana ataukah dia merasa malu kepada wanita yang di anggap rendah tapi justru dialah bintan
Satu minggu berlalu.. Jihan pertama kali datang ke kantor setelah perdebatannya dengan Nathan. Kini wanita itu tidak berharap lagi kepada Nathan. Dia di usir begitu saja bersama dengan putranya. Hal itu tentu saja membuat Jihan sakit hati. Begitu kakinya melangkah turun dari taksi. Jihan menghembuskan nafas kasar.Dia melangkah masuk ke dalam perusahaan dengan perasaan gugup. Baru beberapa langkah, netranya langsung tertuju kapada Nathan yang juga baru tiba. Dengan hati yang lapang. Jihan menghampiri Nathan. Jihan tidak merasakan emosi lagi setelah satu minggu tidak bertemu. Dengan tenang dia menghampiri Nathan. "Ada apa lagi?" Nathan masih sama. Pria itu masih terlihat begitu kesal. "Jangan melihat ku seperti itu. Karena aku tidak akan mengejar mu lagi. Mari kita bercerai. Aku sudah mengurus surat cerai. Tidak lama lagi kita akan menjadi orang asing." "Baguslah jika kamu sadar." Nathan melangkah pergi meninggalkan Jihan begitu saja. Jihan yang melihat kepergianny
Ceklek... Nathan membuka pintu. "Sayang."Jihan segera berlari memeluk suaminya. Wanita itu jelas masih berharap jika suaminya akan memaafkan dirinya. Tapi begitu melihat apa yang di bawa oleh suaminya. Jihan merasakan hancur. "Pergialah." Air mata Jihan luruh begitu saja. Usahanya selama bertahun-tahun lamanya pada akhirnya sia-sia. "Nathan. Jangan lakukan ini kepada ku." "Bibi. Berikan putranya agar dia bisa segera angkat kaki dari rumah ini."Ujar Nathan tidak berprasaan. "Nathan. Apa kamu sama sekali tidak menyayangi putra kita?" "Dia bukan putra ku. Kamu jelas tahu hal itu. Pantas saja selama ini aku tidak memiliki ikatan apa pun dengannya. Rupanya dia bukan darah daging ku." Kata-kata Nathan bagaikan petir di siang bolong. Jihan merasakan hancur. Dia mengambil putranya yang ada dalam gendongan pelayan. Jihan menatap putranya. Memang tidak ada kemiripan tapi mereka telah tinggal bersama. Tapi dia tidak melihat adanya simpati Jihan kepadanya dan sang putra.
Di tengah kebahagiaan Kirana dan Zakki. Berbeda dengan Jihan dan Nathan. Keduanya terlibat perdebatan hebat. Nathan begitu murka karena pengkhianatan Jihan kepadanya. "Sayang. Maafkan aku. Percayalah kamu adalah orang yang paling aku cintai. Aku melakukan semua itu karena aku mencintai mu."Jihan mulai memohon di kedua kaki suaminya. "Percuma Jihan. Bawa anak ku dan aku jatuhkan talak tiga kepada mu." Ujar Nathan dengan murka. "Tidak sayang. Kamu tidak boleh melakukan ini kepada ku. Aku mencintai mu. Kamu juga mencintai ku bukan? Kita saling mencintai. Kamu tidak boleh meninggalkan aku. Apalagi menjatuhkan talak kepada ku." Jihan menangis sesenggukan dengan perasaan hancur. Tubuhnya membeku bagaikan petir di siang hari ketika mendengar ucapan laki-laki yang dia cintai menjatuhkan talak kepadanya. Kini secara agama, dia dan Nathan telah bercerai. Jihan tidak bisa terimah hal itu. Dia melakukan hal yang begitu rendah selama ini karena tidak ingin berpisah dengan Nathan. Bah
Di sisi lain, Zakki sedang rapat dengan para karyawannya. Dia terlihat begitu fokus hingga dia tidak sadar jika ponselnya bergetar. Tiga puluh menit berlalu. Rapat telah usai. Zakki meninggalkan ruang rapat. Dia berjalan menuju ke ruangannya. Begitu tiba di ruang rapat. Zakki memeriksa ponsel
Kirana menoleh kepada ayah mertuanya yang berdiri tidak jauh darinya.Kirana tersenyum tipis memandangi wajah ayah mertuanya yang terlihat begitu tenang. Bahkan pria paruh baya itu itu tidak pernah menunjukkan kemarahannya di depannya. Kirana mendekati ayah mertuanya dan meraih tangannya. Laki-la
Di satu sisi,Nathan dan Jihan sudah berangkat ke kantor. Kini hanya Claudia yang berada di meja makan. Sedangkan Hermawan lebih dulu berangkat ke toko roti. Selesai membersihkan di dapur, Kirana hendak menuju ke kamarnya tapi langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan dari ibu mertuanya. "Kamu
"Sudah terlambat untuk memberi mereka selamat.Mereka Sudah menikah beberapa hari dan kamu baru memberi mereka selamat."Timpal Claudia terus menyantap makanannya. "Selamat juga untuk ibu karena akan segera menggendong cucu."Kini pandangan Kirana beralih kepada ibu mertuanya. Dari pandangan Kira


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews