"Mas?"Sherly segera menghambur masuk ke dalam ruangan, mendekati Gerrard yang terbaring di bed, sudah lengkap dengan selang infus di tangan. Wajah itu nampak pucat, tersenyum begitu manis ketika melihat wajah sang istri. "Kamu ini kenapa sih, Ge? Kakekmu mau datang malah ada-ada aja!" gerutu Nirina dengan wajah gemas. "Lah, emang ini disengaja kayak gini, Ma? Emak-emak tadi noh main belok nggak pake sein." balas Gerrard dengan nada kesal. "Kalo nggak banting setir udah kelindes tadi, Ge buang ke kanan dan kena dari belakang."Nirina menghela napas panjang, ia menoleh ke arah Sherly yang sudah menitikkan air mata. "Kapan operasinya?" tanya Nirina sembari duduk di tepi ranjang."Malam nanti jam delapan.""Ma, nitip Noah, ya?" pinta Sherly ke arah Nirina. "Nanti biar Sherly yang jagain mas Ge.""Bener nggak apa-apa? Mama saja, biar kamu bisa ngelonin Noah.""Papanya Noah juga butuh dikelonin, Ma." sahut Gerrard sengaja memancing. Nirina melotot, menoleh ke arah Gerrard dengan tatapa
Last Updated : 2025-12-09 Read more