"Sampai jumpa, Sissy! Maaf akhirnya aku pulang bersama Lucas dulu malam ini." Rania dan Sissy akhirnya berpamitan di restoran malam itu. "Tidak apa, dia terlihat sangat posesif. Aku tidak yakin dia mau jauh darimu, Rania." Rania hanya bisa tersenyum. Sejak menerima Lucas kembali, Rania ingin terus tersenyum dan tersenyum. "Itu karena dia akan menjadi Papa." "Dan aku yakin dia akan menjadi Papa yang baik, Rania. Mendadak aku tidak sabar membayangkan bayi kembar itu lahir." "Ya ampun, Sissy. Itu masih lama." "Haha, dan aku sudah tidak sabar. Tapi baiklah, cepatlah pulang dan istirahat." Rania mengangguk. "Baiklah, sampai jumpa!" Rania dan Lucas pun masuk ke mobil, sementara Surya masih di luar, menatap Sissy dengan tetap salah tingkah sekaligus tersipu. "Hmm, kau ... mau diantar pulang?" tanya Surya gentle. "Aku membawa sepeda motorku sendiri." "Ah, benar. Kalau kau mau diantar, aku bisa ...." "Lain kali saja," sahut Sissy cepat, tapi ia langsung merutuki mulutnya sendiri sa
Last Updated : 2025-12-31 Read more