Ia menghela napas panjang. Di kehidupan sebelumnya, ia memiliki segalanya, kekuatan, uang, status. Namun kehilangan orang-orang yang benar-benar penting.Kali ini, ia tak akan mengulang kesalahan yang sama.“Kamu melamun?”Sentuhan lembut menariknya kembali ke kenyataan. Jari Sera menggenggam tangannya, mata gadis itu penuh kekhawatiran.Harris membalas genggaman itu, tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja. Ayo pulang.”***Keesokan paginya.Bangsal VIP Rumah Sakit Kedua Arcapura terasa sunyi. Ratna Hendrawan bersandar di ranjang, berbicara pelan tentang hal-hal sepele. Harris duduk di sampingnya, menyalurkan energi Tingkat Awal dengan stabil, menyembuhkan tubuh ibunya sedikit demi sedikit.Malam sebelumnya, ia pulang sendiri untuk menjaga sang ibu. Sera ia paksa pulang, kuliah tetap tak boleh ditinggalkan.“Harris,” Ratna tersenyum canggung. “Kamu sudah dapat kerja?”“Belum, Bu.”“Kalau susah, bilang. Ibu bisa bantu carikan.”“Aku sudah punya rencana.”“Syukurlah. Cepat mapan, cepat me
Last Updated : 2026-01-09 Read more