"Rupanya Pak Petra." Jason tersenyum tipis. "Kebetulan sekali, rupanya kalian di ruang sebelah."Pak Petra juga tersenyum. "Iya, kebetulan sekali."Jason melirik Clara. "Kupikir, entah siapa yang dilihat istriku sampai dia nggak tega untuk pergi. Rupanya itu putrimu."Pak Petra dan istrinya menatap Clara di saat itu.Clara memaksakan senyum canggung. Untungnya, reaksinya cukup cepat. "Aku ada janji sama Elma, tapi nggak disangka, rupanya Elma berada di sebelah ruang VIP kami."Nyonya Hanifa menatap putrinya. Suaranya melembut. "Kenapa kamu nggak beri tahu kami kalau kamu ada janji sama Nyonya Horman?""Apa kalian mengizinkan aku bicara?""Anak ini benar-benar ...." Emosi Pak Petra sudah mau meledak lagi, tetapi mengingat ada orang luar di sana, dia menahan diri, lalu menatap Jason dan Clara. "Maaf sudah permalukan diri kami di depan kalian. Putriku memang punya temperamen buruk."Jason mengangguk. "Kami nggak ganggu kalian, 'kan?"Nyonya Hanifa buru-buru berkata, "Nggak ganggu, kok. Ba
Read more