Hansen tidak berbicara lagi, menundukkan kepala, lalu hanyut dalam pikirannya."Oh ya, aku mau pergi ziarah ke makam Ayah dan Ibu dulu. Kamu bisa lanjut membuat mi."Sambil memperhatikan kakaknya pergi, Hansen bertanya, "Nggak perlu aku temani?"Clara melambaikan tangannya, mengambil tasnya, dan berjalan keluar....Billy mengantar Clara menuju makam tetua Keluarga Sengadi. Hujan baru saja turun lebat dan jalanan agak sulit dilalui. Di luar jendela mobil, suasana sangat tenang dan pepohonan di sepanjang jalan gundul, tanpa jejak warna hijau.Tatapan Clara tertuju pada bunga krisan putih yang diletakkan di sampingnya, persembahan, dan dupa yang telah disiapkan sebelumnya. Hatinya dipenuhi dengan emosi yang sulit dilukiskan.Mobil itu melaju perlahan, berderak menembus sisa hujan saat mendaki gunung, hingga mencapai pintu masuk pemakaman.Billy memarkir mobil. Clara membawa persembahan dan buket bunga krisan putih ke pemakaman.Setelah menemukan batu nisan di mana orang tuanya dimakamkan
Read more