Setelah menyelesaikan urusannya, Kak Bagas kembali melaporkan kepada Bos Jamil bahwa dia telah menyelesaikan apa yang diperintahkan. Dia telah mengacaukan acara pemakaman dan melemparkan semua kesalahan itu pada Grup Medis Sentosa dan Grup Horman.Bos Jamil berdiri di depan patung Dewa Rejeki, memegang tiga batang dupa dan membungkuk memberi hormat. Kepulan asap naik ke udara. Dia memejamkan mata untuk waktu lama, gerakannya lambat dan khidmat, seolah-olah dia benar-benar berbisik kepada dewa tersebut.Setelah dupa diletakkan di tempat pembakar dupa, dia baru perlahan berbicara, "Pak Markus barusan menelepon. Dia bilang kepala Keluarga Horman akan datang ke Kabupaten Lawu secara pribadi. Maksud Pak Markus, karena dia sudah datang ke sini, maka biarkan dia terus di sini selamanya."Kak Bagas terkejut mendengar ini, ekspresinya menjadi tegang. "Apa dia memaksa kita untuk membereskannya? Ini ...." Dia melangkah maju dan berbisik di telinga Bos Jamil, "Kak Jamil, aku nggak percaya pada Mar
اقرأ المزيد