Pagi menyapa, cahaya tipis menyelinap dari sela tirai, jatuh tepat di sisi tempat tidur yang masih hangat. Binar terbangun tanpa alarm, karena hari ini ia mengambil libur setelah bussiness trip kemarin. Refleks, tangannya meraba sisi bantal, mencari handphone. Layar menyala, notifikasi terakhir masih dari Fady. Di perjalanan pulang kemarin, Binar sempat membalas pesan Fady untuk memastikan keadannya setelah sampai di rumah. Namun, sampai pagi ini Fady belum membalas lagi. Tidak biasanya begitu. Apalagi hari ini hari kerja, harusnya Fady sudah bangun dan berangkat kerja. Binar berniat menelepon Fady. Belum sempat ia memijit tombol panggil, muncullah nama Fady di layar handphonenya. Fady menelepon. Binar sedikit lega melihatnya, lalu dengan segera ia menggeser tombol untuk mengangkat panggilan tersebut. "Pagi sayang." Suara Fady terdengar berat di ujung telepon. "Pagi juga sayang. Suara kamu kok berat gitu? Masih sakit sayang?" Tanya Binar dengan nada khawatir. "Hmm. Aku masih dem
Read more