Eva tidak langsung menjawab. Ia menatap Ibu Ruth selama beberapa detik. Wajahnya datar, tetapi terlihat kesedihan dari sorot matanya. Eva merasa prihatin setelah mendengar perkataan Ibu Ruth yang jarang mendapatkan pujian.Dari awal, Eva memang sudah curiga dengan Ibu Ruth bahwa ada cerita di balik tindakannya itu. Namun, ia masih bingung harus memulai semuanya dari mana dan bagaimana cara untuk membuat Ibu Ruth mau terbuka dengannya."Ada apa, Eva? Kenapa kamu diam saja? Waktu terus berjalan, lho."Lamunan Eva terpecah, lalu ia menghembuskan napas panjangnya. "Tidak ada kok, Bu. Selain itu, saya yakin kalau kita masih punya banyak waktu di sini. Jadi, Ibu tidak perlu khawatir."Dahi Ibu Ruth berkerut samar, tetapi ia tidak mengatakan sepatah kata pun."Sebenarnya..." Eva menelan ludahnya. "Belakangan ini saya sempat kepikiran sesuatu. Melihat Ibu Ruth yang memiliki sifat membantu orang tanpa cuma-cuma, pasti punya sebuah alasan di balik tindakan,
Read more