Butuh tiga minggu dan empat kali percakapan panjang yang penuh perdebatan juga suara meninggi, sebelum Bhaga akhirnya setuju.Iya, setuju. Meski Binar tahu, saat kata itu terlontar, hati Bhaga masih juga tak rela.Bukan karena Bhaga tiba-tiba percaya pada Celia, atau karena iba. Bukan juga karena tekanan dari pengacara atau ancaman sidang yang berkepanjangan. Tapi karena satu pertanyaan Ardan yang membuatnya tak bisa tidur hingga berhari-hari.Malam itu mereka sedang makan malam bersama. Saat Binar membawa piring ke dapur, Ardan dan Bhaga mengobrol santai, tapi tiba-tiba saja pertanyaan itu terlontar."Pah, Mama kapan sembuhnya ya?"Bhaga tersedak, dia berhenti mengunyah.Ardan masih sibuk dengan makanannya, tak memperhatikan perubahan pada wajah Bhaga. Dengan santai, dia kembali bertanya, “Kalau mama sudah sembuh, mama akan telpon aku enggak, ya?”Suara sendok yang menyentuh piring dengan sedikit kencang membuat Ardan menoleh. Dia melongo bingung saat Bhaga menatapnya dengan muka yan
Read more