Pukul 04.30 subuh, Bi Sumi sudah bangun. Usai menunaikan ibadah, ia bersiap-siap, hendak berangkat ke pasar. Namun, langkahnya terhenti saat Siren, yang baru saja selesai mandi, menahannya pergi."Biar Siren saja yang ke pasar, Nek," ujar Siren lembut. Ia tidak tega melihat neneknya harus berjalan jauh, selain itu, ia juga khawatir, takut apabila kaki neneknya kembali bengkak dan nyeri kalau terlalu banyak bergerak.Bi Sumi mengangguk pelan. “Terima kasih, Nduk.”Setelah berpakaian ala kadarnya, Siren pun berangkat.Sementara itu, Bi Sumi beralih mengerjakan urusan rumah yang lain. Matanya tertuju pada kalender di dinding; hari ini adalah jadwal rutin untuk membersihkan kolam renang di halaman belakang.Tanpa membuang waktu, Bi Sumi pun menuju area kolam.Sambil menunggu Siren kembali, ia mulai menyalakan mesin filter. Suara deru halus mesin memecah kesunyian subuh. Ia kemudian mengambil jaring bergagang panjang dan mulai menyisir daun-daun kering yang berjatuhan semalaman.Bi Sumi ber
Última atualização : 2026-03-17 Ler mais