Pasca kejadian di kamar tamu, Siren berusaha bersikap senormal mungkin. Ia tetap menyiapkan sarapan, menyapu lantai, dan membantu Bi Sumi seperti biasa. Namun, setiap kali ia berada di ruangan yang sama dengan Kenza, bulu kuduknya meremang.Sore itu, Siren sedang mengelap meja dapur saat Kenza turun dari lantai atas. Biasanya, Kenza akan mengabaikannya. Tapi kali ini berbeda.Siren bisa merasakan sepasang mata Kenza terus mengikutinya. Saat Siren membungkuk untuk menjangkau sudut meja, ia melirik sedikit dan mendapati Kenza sedang berdiri di dekat dispenser, memegang gelas, tapi matanya tidak lepas menatap ke arahnya. Tatapan itu cukup dalam, seolah sedang menelanjangi Siren."A-ada yang perlu dibantu, Tuan Muda?" tanya Siren terbata-bata, tidak berani menatap mata Kenza.Kenza tidak langsung menjawab. Ia justru berjalan mendekat, langkah kakinya terdengar pelan namun mengintimidasi di telinga Siren.Kenza berhenti tepat di samping meja dapur, meletakkan gelasnya dengan dentingan halu
Última atualização : 2026-03-03 Ler mais