24.Ateera terus berjalan mundur untuk menghindari Valiant. Sementara di depannya pria itu terus melangkah maju mendekatinya.Ekspresi wajahnya begitu menakutkan, seakan ia tengah begitu marah saat ini.“Apa kau tidak dengar yang kukatakan, atau kau memang sengaja untuk melanggar perintahku!”“Ti-tidak Tuan, saya hanya ... ahh.” Ateera meringis, kala kakinya tersandung ranjang di belakangnya dan membuatnya terjatuh.Di depannya, Valiant kini sudah berdiri amat dekat dengannya. Satu tangannya itu tergerak dan memegang dagu Ateera."Katakan alasanmu, apa yang membuatmu berani tidak mendengarkanku!” ujarnya.“Tuan Muda, saya ... saya tidak mungkin melawan Anda. Itu karena, sa-saya merasa takut,” jawab Ateera.“Takut?” Valiant bertanya dengan keningnya yang berkerut.“Tadi saya pikir Anda keluar untuk memanggil pelayan, saya pikir—““Pfhhh hahaha.”Ucapan Ateera terpotong, saat tiba-tiba Valiant tertawa.Kening Ateera mengerut, dia merasa bingung kenapa Valiant tertawa. Memangnya ada yang
最終更新日 : 2026-01-06 続きを読む