Malam setelah makan malam emosional itu berakhir lebih lambat dari biasanya. Bukan karena ada masalah, justru sebaliknya. Tidak ada seorang pun yang benar-benar ingin mengakhiri kebersamaan malam itu. Setelah bertahun-tahun hidup dengan luka, kehilangan, dan perjuangan masing-masing, momen-momen seperti ini terasa terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Di ruang keluarga Villa Blankenese, semua masih berkumpul. Noah dan Nora sudah tertidur dikamarnya. Elena juga mulai mengantuk meski masih berusaha bertahan mendengarkan percakapan orang dewasa. Sedangkan Ayu, masih belum sepenuhnya pulih dari apa yang terjadi saat makan malam. Karena setiap kali ia mengingat kata-kata Margaret, Thomas, Lina dan Rudi dadanya kembali terasa hangat. Ayu sedang membantu Lina membereskan beberapa cangkir teh ketika tanpa sadar ia berkata, "Ma..." ucap Ayu pelan. Lina langsung menoleh. Ayu membeku, begitu juga Lina. Mereka saling menatap beberapa detik. Kemudian Lina tersenyum lebar. "Ya?" A
Baca selengkapnya