LOGINDaniel menunduk, wajahnya sangat dekat. "Aku belum melakukan apa-apa… tapi kamu sudah gemetar. Nadia, kamu pikir aku nggak notice?" Konflik awal antara mereka dikarenakan, Daniel memotret cafe milik Nadia secara diam-diam sedangkan Nadia sangat menjaga privasi tempatnya. Nadia selalu berusaha menghindari Daniel, Daniel tidak menyerah untuk mendekati Nadia sampai akhirnya jarak diantara mereka semakin menipis. Di bawah langit Ubud mereka menemukan kenyamanan, gairah, dan cinta yang tumbuh tanpa rencana. Namun, perbedaan usia, budaya, rahasia yang tersimpan, dan pandangan hidup mulai menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari. “Om Bule Kekasihku” adalah kisah cinta lintas usia yang manis, berani, dan menggoda, tentang dua hati yang dipertemukan takdir di tanah Bali, tempat di mana cinta dan gairah berpadu menjadi satu cerita yang tak terlupakan.
View MoreTiga bulan kemudian. Musim dingin mulai mendekati Hamburg. Udara pagi semakin dingin. Pepohonan di sekitar Villa Blankenese hampir kehilangan seluruh daunnya. Namun di dalam villa, suasana tetap hangat. Terutama karena Noah dan Nora yang kini berusia delapan bulan mulai merangkak ke mana-mana. Dan itu berarti, tidak ada sudut rumah yang aman lagi. "PAPA!" Teriakan Elena terdengar dari lantai bawah.Daniel yang sedang mengikuti rapat daring langsung memejamkan mata. Karena berdasarkan pengalaman, teriakan Elena biasanya berarti sesuatu telah terjadi. "Apa?" "Noah kabur!" Daniel langsung menutup laptop. Dan berlari keluar ruang kerja. Beberapa detik kemudian ia menemukan Noah sedang merangkak dengan penuh semangat menuju mangkuk makanan Bruno. Sedangkan Bruno sendiri terlihat bingung. "Noah." Daniel mengangkat putranya."Kita sudah membahas ini." Noah tertawa, seolah tidak merasa bersalah sama sekali. Sementara itu di sisi lain ruangan, Nora sedang mencoba memakan salah s
Malam itu hujan turun perlahan di Hamburg. Bukan hujan deras, hanya rintik-rintik lembut yang membuat suasana Villa Blankenese terasa semakin hangat. Di ruang keluarga, semua orang berkumpul seperti biasa. Noah dan Nora yang kini semakin aktif sedang menjadi pusat perhatian. Nora baru saja berhasil membalikkan tubuhnya sendiri untuk pertama kalinya. Prestasi yang langsung dirayakan seluruh keluarga seolah-olah ia baru memenangkan olimpiade. "Dia jenius" kata Elena bangga. "Itu hanya berguling" kata Daniel. "Tetap jenius." Yang membuat semua orang tertawa. Tak lama kemudian, Nora mulai menguap. Sedangkan Noah sudah tertidur di pelukan Nadia. Melihat kedua bayi mulai mengantuk, Nadia menyerahkan Nora kepada Daniel lalu duduk kembali di sofa. Entah bagaimana, pembicaraan malam itu beralih ke masa lalu. Awalnya karena Elena mendapat tugas sekolah untuk menulis tentang kisah cinta yang menginspirasi. Dan tentu saja, ia langsung menjadikan orang tuanya sebagai bahan wawancara. "M
Tiga bulan kemudian.Musim gugur telah tiba di Hamburg. Daun-daun berwarna emas dan jingga menghiasi jalanan Blankenese. Udara terasa lebih dingin. Namun Villa Blankenese tetap hangat seperti biasanya. Terutama karena dua bayi kecil yang kini menjadi pusat dunia semua orang, Noah Charter dan Nora Charter. Usia mereka kini hampir lima bulan. Dan keduanya tumbuh dengan sangat sehat. Noah mulai menunjukkan sifat yang sangat mirip Daniel tenang, jarang menangis, namun sangat keras kepala. Sedangkan Nora jauh lebih ekspresif, suka tertawa, suka mencari perhatian dan sangat senang berada dalam pelukan Nadia. "Yang ini anak mama" kata Nadia sambil menggendong Nora. "Yang itu anak papa" sahut Ayu sambil menunjuk Noah. Daniel yang sedang membaca laporan perusahaan hanya mengangkat alis. "Aku tidak sekeras kepala itu." Semua orang langsung tertawa. Bahkan Camille, yang biasanya paling sulit tertawa. Sementara itu Elena telah menjalani sekolah selama beberapa bulan. Dan ternyata ia san
Waktu berlalu dengan cepat. Musim panas perlahan mulai berakhir. Udara Hamburg mulai terasa sedikit lebih sejuk pada pagi hari. Pepohonan di sekitar Villa Blankenese masih hijau, tetapi tanda-tanda pergantian musim mulai terlihat. Dan untuk keluarga besar itu, kehidupan perlahan kembali ke rutinitas normal. Atau setidaknya senormal mungkin bagi keluarga Charter. Pagi itu suasana villa terasa sedikit berbeda. Karena Margaret dan Thomas akan kembali ke London. Setelah tinggal cukup lama di Hamburg untuk menemani Nadia setelah kelahiran Noah dan Nora, hingga pernikahan Paul dan Ayu. Kini mereka harus kembali. Meskipun sebenarnya tidak ada seorang pun yang benar-benar ingin berpisah. Di ruang makan, sarapan berlangsung lebih tenang dari biasanya. Margaret sedang menggendong Nora, sedangkan Thomas memangku Noah. Keduanya tampak menikmati setiap detik terakhir bersama cucu-cucu mereka. "Oma akan kembali bulan depan" kata Margaret kepada Nora yang sedang tertidur. "Aku rasa dia belum






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.