Aurora menatap wajah-wajah sahabatnya satu per satu. Orang-orang yang melihatnya tumbuh, jatuh, hancur, dan kini bangkit."Bahagia," jawab Aurora mantap, suaranya bergetar haru."Dulu aku pikir bahagia itu kalau aku sukses, kalau aku bisa buktiin ke dunia kalau aku hebat. Tapi ternyata..."Aurora tersenyum, membayangkan wajah Rasya."Bahagia itu sesederhana punya seseorang yang bikin aku merasa 'pulang'. Dan aku bersyukur banget kalian masih ada di sini buat nyaksiin babak baru ini."Naina merangkul bahu Aurora. "Kita bakal selalu ada, Ora. Dari lo jomblo, patah hati, sukses, sampai nanti lo jadi istri konglomerat yang sibuk... kita tetep cheerleader lo."Di tengah suasana mellow itu, Anya tiba-tiba mengangkat tangannya, wajahnya penuh rasa ingin tahu yang jahil."Eh, tapi gue penasaran," ucap Anya "Kalian... udah..."Anya tidak menyelesaikan kalimatnya. Sebagai gantinya, ia mengangkat kedua tangannya, memberika
Última actualización : 2025-12-05 Leer más