Kantor Aurora terbilang sangat luas, terdiri dari dua lantai. Lantai pertama, ia gunakan untuk butiknya. Dan lantai kedua, ia gunakan untuk area meeting, area menerima tamu VVIP, dan ruangan pribadinya.Akhirnya, mereka sampai di depan sebuah pintu kayu solid. Alih-alih membawa Rasya ke area VVIP, kakinya malah membawa pria itu ke ruang pribadinya.Aurora membuka pintu ruangan itu, menahannya sejenak agar Rasya bisa melangkah masuk lebih dulu."Silakan." ucap Aurora tegas.Setelah Rasya masuk, Aurora menutup pintu di belakangnya, lalu berbalik dan menyilangkan tangan di dada."Oke, kita sudah berdua. Apa yang ingin Anda bicarakan, Pak Rasya? Babak kedua dari ujian tadi?"Rasya tidak langsung menjawab. Matanya berkeliling mengamati ruangan Aurora—sketsa-sketsa desain yang tertempel di dinding, tumpukan majalah mode, sampel kain yang berwarna-warni. Ruangan ini terasa sangat personal, sangat "Aurora".Akhirnya, ia berhenti dan menatap Aurora, tapi kali ini tatapannya berbeda. Tidak ada l
Read more