Sejenak, Aurora menikmati sentuhan itu, tapi di saat yang bersamaan, gairah dan rasa lelah berperang hebat di dalam dirinya.Aurora berbalik menghadap Rasya, sebelah tangannya menahan bagian gaun depan agar tidak melorot. Wajahnya menunjukkan ekspresi campur aduk antara gugup, lelah, dan rasa bersalah. "Rasya," bisik Aurora. "Bolehkah kita... menunda 'itu' untuk sementara waktu?" Rasya menatapnya, sedikit bingung dengan perubahan suasana yang tiba-tiba. Melihat kebingungan di mata suaminya, Aurora cepat-cepat menjelaskan. "Bukannya aku tidak mau. Sungguh," ucapnya tulus, memegang lengan Rasya dengan sebelah tangannya yang bebas. "Aku... aku hanya... benar-benar kelelahan." Wanita itu tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat letih. "Jangan salah paham, ya, Sayang, aku sangat bahagia hari ini. Tapi... kakiku rasanya mau copot karena heels yang aku pakai seharian. Aku bahkan tidak yakin bisa tetap membuka mata sepuluh menit lagi." Penjelasan yang begitu jujur dan manusiawi itu memb
Read more