Rasya tidak langsung menjawab. Ia hanya balas menatap Aurora, sorot matanya dalam dan intens. Ia menelan ludah, tampak sedikit kesulitan menemukan kata-kata yang tepat."Aku nyaman, Baby," akhirnya ia berbisik, suaranya terdengar lebih berat dari biasanya. "Mungkin... terlalu nyaman."Aurora mengerutkan kening, tidak sepenuhnya mengerti.Rasya menghela napas pelan, sebuah senyum tipis yang sarat makna terukir di bibirnya. "Bagaimana aku bisa tidur," lanjutnya, satu tangannya terangkat untuk membelai pipi Aurora, "kalau malaikat yang katanya mau tidur, malah jadi memelukku seerat ini?"Barulah Aurora sadar. Pipi Aurora seketika terasa hangat. Ini bukan ketidaknyamanan karena posisi. Ini adalah reaksi yang jauh lebih primal dan jujur.Melihat rona merah di wajah istrinya, Rasya merasa lebih berani. Ia sedikit mengubah posisi, membalik keadaan sehingga kini ia yang lebih dominan, menahan tubuh Aurora di bawahnya tanpa melepaskan ko
Última actualización : 2025-12-08 Leer más