Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion

last updateLast Updated : 2026-04-13
By:  BintangjatuhCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
202Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

​Bagi Aurora, perjodohan ini adalah bencana. Namun saat Rasya menantangnya bermain peran, Aurora meladeni. ​"Aktingmu hebat, Tuan Pradana." Aurora memangkas jarak, merapikan kerah kemeja pria itu, dan berbisik seduktif. ​ "Bisa bayangkan serunya sandiwara kita ke depannya... Sayang?" ​Senyum main-main di wajah Rasya seketika lenyap, tangannya mengepal erat. Aroma manis Aurora bukan hanya menggoda, tapi membangunkan insting primitif Rasya yang selama ini terkekang.

View More

Chapter 1

1. Perjodohan, Lagi?

Malam ini Aurora tengah disibukkan dengan pekerjaannya di dalam sebuah paviliun pribadi, sebuah bangunan modern minimalis yang terpisah di halaman belakang rumah utama keluarga. Paviliun yang biasa menjadi guest house itu ia sulap menjadi ruang kerja yang lengkap dengan segala fasilitasnya.

Tok.. tok.. tok...

"Masuk aja, pintunya nggak aku kunci," Aurora menyahut sedikit keras dari balik meja kerjanya.

"Malam sayang," sapa Martha saat melangkah masuk.

"Malam, Bunda." Aurora menoleh sekilas.

Setumpuk kertas berisi sketsa gaun berserakan di mejanya, ia sibuk memilah-milah.

"Ini sudah malam lho, Ra. Harusnya kamu sudah istirahat." Martha mendudukan dirinya di sofa ruang kerja putrinya itu.

"Iya, Bun. Sebentar lagi ya, soalnya ini tanggung."

Martha mendengus, sedikit melongok ke meja kerja. "Buat acara apa emangnya?"

"Oh, ini untuk koleksi terbaru minggu depan. Aku masih mau milih mana yang paling cocok."

Hening sebentar, sebelum akhirnya Martha kembali bersuara.

"Aurora, sayang... bisa ke sini sebentar." Martha meminta dengan intonasi serius sambil menepuk sofa di sampingnya.

Mendengar permintaan dengan intonasi seperti itu, Aurora langsung waswas. Gerakan tangannya yang sedang memilah sketsa terhenti seketika.

"Aurora?" panggil Martha, suaranya lembut namun terkesan tegas.

"Hah? Oh iya bisa, sebentar."

Aurora akhirnya menghampiri dan duduk di samping bundanya.

"Ada apa, Bun?"

Martha mendaratkan tangan kirinya pada paha kiri Aurora. "Gini... Bunda ingin kamu bertemu dengan putra temennya Bunda."

"Lagi, Bunda?" balas Aurora cepat. "Seriously?" Ia menatap bundanya tak percaya.

"Kali ini beda, Sayang." Martha mengelus punggung putrinya.

"Menurutku sama saja, Bun."

Martha menghela napas panjang. "Terserah kamu mau bilang apa, intinya Bunda mau kamu ketemu sama anak sahabat Bunda itu. Titik."

Aurora mendelik aneh. "Tadi katanya temen, sekarang sahabat. Jadi mana yang betul, Bun?"

Martha tampak berpikir sejenak. "Ya... sama saja kan?"

"Ya ampuuun... beda dong. Lagian temen Bunda yang mana sih? Soalnya hampir semua temen Bunda, sahabat Bunda itu semuanya aku tahu."

"Hampir kan? Berarti belum semuanya kamu tahu."

"Iiiih Bundaaaa." Aurora memelas seraya menggelengkan kepalanya.

"Bunda ingat terakhir kali aku ketemu anak temen Bunda? Nggak berhasil. Jadi, jangan aneh aneh lagi deh."

"Itu karena kamu tidak ada niat dan kamu terlalu cuek," balas Martha.

"Kan memang dari awal aku bilang nggak mau. Lagi pula, aku masih muda, masih mau berkarier, belum mau terikat dengan siapa pun."

"Setidaknya kamu harus mencoba dulu. Yang ini, Bunda jamin kamu bakalan suka deh," ucapnya sedikit antusias.

"Dengarkan Bunda, Ra. Peraturannya masih sama dengan yang lalu. Kalau kamu ngerasa nggak match atau dia yang menolak, maka pertemuan itu cukup sampai di situ saja."

"Lagian... Bunda juga nggak habis pikir sih. Kenapa Anak cantik, cerdas dan membanggakan seperti kamu bisa-bisanya ditolak. Apa jangan-jangan kamu yang mengancam mereka?" tanya Martha penuh selidik.

Aurora mendengus pelan, ia langsung bangkit berdiri. "Bunda pikir aku mafia? Segala ada ancam-ancam. Jangan ngaco ah."

Ia lalu berjalan ke arah meja kerjanya. "Kalo nggak ada yang mau dibicarakan lagi. Aku mau lanjutin kerjaan dulu yaa."

Martha mendengus geli, selalu seperti ini.

"Ya sudah, silakan lanjutkan, nanti kita bicarakan lagi. Jangan terlalu malam, ingat! Kamu itu manusia, bukan robot. Butuh istirahat juga."

"Iya, Bun."

"Bunda tetap mengharapkan pertemuan antara kamu dan anak sahabat Bunda itu terjadi," ucap Martha sambil bangkit dari sofa lalu keluar.

Selepas wanita paruh baya itu keluar, Aurora termenung sesaat. Ia menghela napas berat. "Maafkan aku, Bun, aku tidak bermaksud membangkang. Aku hanya tidak ingin menambah luka di hatiku lagi."

Aurora Iskandar Meschach adalah anak pertama dari salah satu pasangan dokter paling dihormati di kota itu. Ayahnya, Fattah Iskandar Meschach, adalah seorang dokter ahli bedah kardiotoraks legendaris yang kini memimpin sebuah rumah sakit swasta miliknya sendiri. Sementara ibunya, Martha Adinda Meschach, adalah seorang dokter bedah saraf yang brilian.

Tumbuh di tengah dunia medis yang penuh presisi dan kecerdasan, Aurora justru memilih jalan yang berbeda.

Alih-alih mengikuti jejak orang tuanya, ia lebih memilih menjadi seorang desainer busana dan merintis usahanya sendiri. Dan, di usianya yang sudah menginjak seperempat abad ini,  ia sudah menjadi pemilik sebuah butik yang mulai dikenal masyarakat luas.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
202 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status