Ragma bicara begitu tenang sekali, kemudian ia melihat ke arah seluruh warga.“Baiklah, Pak Kades, Ibu Kades, dan semua warga yang ada di sini, bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya. Saya akan segera pergi meninggalkan kampung ini. Jika saya memiliki kesalahan, mohon dimaafkan. Saya harap bapak dan ibu semua silakan pergi meninggalkan rumah saya, dan tolong jangan ganggu Ayah.” Pinta Ragma, ia berbicara dengan begitu santun sekali.“Baguslah kalau begitu. Lebih cepat lebih baik kamu pergi dari kampung ini. Ayo semuanya, dia sudah mengatakan akan pergi dari kampung kita,” ujar Ibu Kades, kemudian pergi meninggalkan rumah Ragma. Para warga pun akhirnya bubar meninggalkan tempat itu. Kini yang tertinggal hanya Samsul, Aminah, Zaki, bahkan Larasati yang ditarik oleh sang ibu dan juga ayahnya. Utomo berjalan mendekati Ragma sambil memegang erat pundaknya. Ragma menoleh, tersenyum, dan memegang tangan ayahnya dengan begitu lembut, sementara Zaki mendekatinya.“Apa-apaan kamu, Ragma? Kamu tidak
Last Updated : 2025-11-29 Read more