"Kamu picik dan iri hati, jadi kamu balas dendam sama kami. Kamu ingin kami semua merendahkan diri dan memohon padamu. Dengan begitu, kamu bakal puas!""Rachel, bagaimana kamu bisa bilang aku seperti itu?""Kiana, jangan pura-pura lagi. Aku sudah mengenalimu dengan jelas!""Mengenaliku dengan jelas?""Kamu bilang kamu anggap aku sebagai sahabatmu, tapi kamu sebenarnya nggak pernah menghormatiku! Dulu di sekolah, setiap kompetisi yang aku ikuti, kamu juga ikut. Terakhir, kamu selalu mengalahkanku! Saat kamu masuk Thevas, kamu bertindak seolah kamu yang merekomendasikanku, tapi kamu malah menjadikanku asisten di departemen desain. Sementara, kamu jadi manajer proyek. Gajiku hanya enam sampai sepuluh juta. Sementara kamu bisa dengan mudah mendapatkan puluhan juta komisi dari satu proyek!"Kiana tertawa. "Jadi, aku nggak seharusnya membantumu?""Pas kita belanja bareng, kamu bisa beli apa pun yang kamu mau dengan mudah. Sebaliknya, aku bahkan nggak berani lihat label harga! Pas kita makan
Ler mais